Yasonna Enggan Berspekulasi Ditunjuk Jokowi Lagi Jadi Menkumham

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kanan: Menpora Imam Nahrawi, Mensesneg Pratikno, Menkumham Yasonna Laoly, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti lomba makan kerupuk dalam acara Family Gathering di Istana Kepresidenan Bogor, Ahad pagi, 4 Agustus 2019. TEMPO/Egi Adyatama

    Dari kanan: Menpora Imam Nahrawi, Mensesneg Pratikno, Menkumham Yasonna Laoly, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti lomba makan kerupuk dalam acara Family Gathering di Istana Kepresidenan Bogor, Ahad pagi, 4 Agustus 2019. TEMPO/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia  Yasonna Laoly membenarkan bahwa dia akan mundur dari jabatannya sebagai menteri terhitung 1 Oktober 2019. Pada hari itu, Yasonna akan dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara.

    "Iya lusa (mundur), kita kan dilantik. Balik ke kampung," ujar Yasonna saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Ahad, 29 September 2019.

    Setelah mundur, Jokowi akan memilih pelaksana tugas menggantikan Yasonna. Politikus PDIP itu enggan berspekulasi ihwal kemungkinan dia akan ditunjuk kembali menjadi Menkumham oleh  presiden terpilih. "Saya sekarang anggota DPR. Saya tidak mau berspekulasi untuk itu," ujar dia.

    Jumat lalu, Yasonna sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Jokowi. "Hal ini berkaitan dengan terpilihnya saya sebagai Anggota DPR Republik Indonesia Daerah Pemilihan Sumatera Utara," ujar Yasonna Laoly dalam surat bernomor M.HH.UM.01.01.68 tertanggal 27 September 2019.

    Dalam surat tersebut Yasonna menyebut keputusan tersebut diambil sesuai dengan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara yang menjelaskan bahwa "menteri dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan."

    Yasonna mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan kepercayaan sebagai Menkumham. "Disamping itu, saya memohon maaf apabila selama menjabat sebagai Menteri terdapat banyak kekurangan dan kelemahan," ujar Yasonna.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.