Gibran Jokowi Didukung Maju Pilwakot Solo Via Jalur Perseorangan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran Rakabuming Raka bersiap memberikan keterangan pers di kantor DPC PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Senin, 23 September 2019. Putra sulung Presiden Jokowi itu mendaftar menjadi kader PDI Perjuangan. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Gibran Rakabuming Raka bersiap memberikan keterangan pers di kantor DPC PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Senin, 23 September 2019. Putra sulung Presiden Jokowi itu mendaftar menjadi kader PDI Perjuangan. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Solo - Forum Muda Visioner Solo siap memberikan dukungan kepada anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju dalam bursa Wali Kota Surakarta melalui jalur perseorangan. Mereka mengaku sanggup mengumpulkan 40 ribu dukungan warga.

    Dukungan melalui jalur perseorangan itu akan dilakukan jika peluang untuk maju melalui jalur partai politik telah tertutup. "Kami siap untuk menggerakkan relawan mengumpulkan KTP dan surat dukungan," kata penggagas Forum Muda Visioner, Antonios Yogo Prabowo, di Solo, Ahad, 29 September 2019.

    Saat ini komunitas pemuda tersebut terus memperkenalkan Gibran kepada masyarakat Solo. Salah satunya dengan menggelar potong rambut gratis di sekitar arena Hari Bebas Kendaraan (CFD). Puluhan pengunjung memotong rambutnya dengan gaya rambut ala Gibran.

    Antonius mengaku persyaratan untuk maju melalui jalur perseorangan memang cukup berat. Syarat untuk mengajukannya adalah mengumpulkan KTP dan surat dukungan sejumlah 8,5 persen dari total daftar pemilih tetap.

    Sedangkan daftar pemilih tetap dalam pemilihan umum terakhir untuk Kota Surakarta sebanyak 421.999 pemilih. "Sehingga perlu 36 ribu KTP untuk maju melalui jalur perseorangan," katanya.

    Meski demikian, Antonius meyakini persyaratan tersebut bisa terlampaui. Dia yakin kelompok relawan akan bergerak sehingga persyaratan itu bisa terlampaui. "Kami optimistis bisa mengumpulkan 40 ribu KTP," kata legislator asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.

    Awal pekan kemarin, Gibran menyatakan minatnya untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dia bahkan juga telah mendaftar menjadi anggota partai tersebut. Hanya saja, proses penjaringan di partai berlambang banteng bulat itu ternyata telah selesai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.