Kekerasan Polisi, Wasekjen Demokrat Minta Tito Karnavian Mundur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan mahasiswa yang di bantu warga sekitar terlibat bentrok dengan polisi saat unjukrasa penolakan revisi RKUHP dan UU KPK di depan gedung DPRD Sulsel, Makassar Sulawesi Selatan, Jumat 27 September 2019. Mahasiswa yang dibantu warga bentrok dengan polisi  selama 6 jam lebih yang membuat jalan makassar lumpuh total sejumlah polisi dan warga terluka akibat bentrok. Iqbal Lubis

    Ribuan mahasiswa yang di bantu warga sekitar terlibat bentrok dengan polisi saat unjukrasa penolakan revisi RKUHP dan UU KPK di depan gedung DPRD Sulsel, Makassar Sulawesi Selatan, Jumat 27 September 2019. Mahasiswa yang dibantu warga bentrok dengan polisi selama 6 jam lebih yang membuat jalan makassar lumpuh total sejumlah polisi dan warga terluka akibat bentrok. Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik meminta Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mundur dari jabatannya. Ia menyampaikan hal itu dalam cuitannya di akun Twitter, pada Sabtu, 28 September 2019. Tempo sudah mendapat izin Rachland untuk mengutip cuitannya.

    Rachland beralasan, dugaan pelindasan mobil taktis polisi terhadap demonstran di Makassar, Sulawesi Selatan, sudah cukup menjadi alasan untuk Tito mundur. Kejadian tersebut viral dalam sebuah video di media sosial. Rachland me-retweet unggahan video pelindasan dari akun @kampus_UMI.

    "Pak Tito, ini sudah jauh melampaui batas. Tegakkan akuntabilitas pada kasus-kasus brutalitas polisi ini. Lalu Anda secara ksatria letakkan jabatan karena semua ini terjadi di bawah kepemimpinan Anda," cuit Rachland menanggapi video itu.

    Dalam video yang diunggah @kampus_UMI, tertulis keterangan: Penabrakan terhadap massa aksi yang dilakukan aparat kepolisian dengan menggunakan mobil Pengurai Massa, depan Nipah Mall, Jumat, 27 September 2019.

    Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Mas Guntur Laupe mengaku memang ada seorang mahasiswa ditabrak mobil polisi.

    Adapun mahasiswa yang ditabrak berasal dari
    Universitas Bosowa, Makassar bernama Dicky Wahyudi. Ia ditabrak mobil barracuda polisi saat unjuk rasa berakhir rusuh di depan kampusnya, Jalan Urip Sumohardjo pada Jumat malam, 27 September 2019.

    Mas Guntur Laupe mengaku memang ada seorang mahasiswa ditabrak mobil polisi. Dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit Ibnu Sina.

    "Bukan terlindas tapi tertabrak ada sedikit lecet bagian dada," kata Mas Guntur pada Sabtu 28 September 2019.

    Ia mengatakan polisi bertanggung jawab atas insiden tertabraknya mahasiswa di Makassar tersebut. "Semua pengobatannya kami tanggung sampai sembuh. Sekarang masih perawatan," kata Mas Agus.

    Dia menyebutkan bahwa saat itu mobil dinas polisi mencoba membubarkan massa pengunjuk rasa. Sehingga dibunyikan sirene sebagai tanda agar para demonstran minggir dan membubarkan diri.

    "Ada juga driver ojek online cedera lecet tapi sudah sembuh," tutur Guntur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.