Hasil Otopsi Mahasiswa Tewas di Kendari: Ditembak Peluru Tajam

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah almarhum Immawan Randi (21) dibawa ke ruang jenazah RS Abunawas Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, 26 September 2019. Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Haluoleo ini  tewas akibat benda tajam di dada sebelah kanan yang diduga luka tembak saat aksi mahasiswa yang menolak UU KPK hasil revisi dan RUU KUHP di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. ANTARA

    Jenazah almarhum Immawan Randi (21) dibawa ke ruang jenazah RS Abunawas Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, 26 September 2019. Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Haluoleo ini tewas akibat benda tajam di dada sebelah kanan yang diduga luka tembak saat aksi mahasiswa yang menolak UU KPK hasil revisi dan RUU KUHP di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. ANTARA

    TEMPO.CO, Kendari -- Terungkap sudah misteri jenis peluru yang menghunjam dada kanan Randi, 22  tahun, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

    Randi tewas dalam hitungan belasan menit di rumah sakit setelah dia ditemukan roboh di arena demonstrasi, Kantor DPRD Sultra, pada Kamis siang lalu, 26 September 2019.

    Hasil otopsi Tim Dokter Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abunawas, Kota Kendari, memastikan pemuda kelahiran 7 Juni 2007 itu tewas akibat tertembus peluru tajam.  

    Raja Al Fatih Widya Iswara, Ketua Tim, mengatakan peluru tajam masuk dari bawah ketiak kiri menembus dada kanan.

    “Masuknya (peluru dari) ketiak kiri melewati jalur panjang dan bengkok, menembus organ  paru kanan dan kiri, pembuluh darah dan bagian mediastinum, yakni organ di antara rongga paru kanan dan kiri,” ungkap Raja Al Fatih hari ini, Jumat, 27 September 2019, di RSUD Abunawas.

    Menurut Raja, meski tidak ditemukan proyektil bersarang di dada mahasiswa semester tujuh tersebut, hasil otopsi menunjukkan proyektil  peluru di bawah ketiak korban berdiameter 0,9 sentimeter. Sedangkan luka tembusan di dada kanan Randi berdiamater 2,1 sentimeter.

    Otopsi jenazah Randi dimulai pukul 22.30 WITA pada Kamis, 26 September 2019, sampai Jumat dini hari sekitar pukul 02.30.

    Setelah otopsi, jenazah Randi langsung diantar ke kampung halamannya di Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia,  Kabupaten Muna, menggunakan mobil ambulans RSUD Abunawas sampai Pelabuhan Lainea, Konawe Selatan. Dari situ jenazah disebarangkan menggunakan kapal kayu dan dijemput keluarga di Pelabuhan Tampo.

    Kepala Polda Sultra Brigjen Iriyanto membenarkan kematian Randi karena terkena peluru tajam. Namun dia belum bisa memastikan apakah peluru tajam itu milik personil polisi sebab tak ditemukan proyektil di tubuh korban. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.