Sindikasi Kecam Penangkapan Ananda Badudu dan Dandhy Laksono

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ananda Badudu. instagram.com/anaabadudund

    Ananda Badudu. instagram.com/anaabadudund

    TEMPO.CO, Jakarta - Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) mengecam keras penangkapan yang dilakukan terhadap pegiat HAM Ananda Badudu.  

    "Kegiatan Badudu menghimpun dana publik untuk membantu kebutuhan medis para peserta aksi dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia bukanlah tindak pidana," kata Ketua Umum Sindikasi, Ellena Eka Rahendry, lewat keterangan tertulis pada Jumat, 27 September 2019.

    Ellena mengatakan Badudu menggunakan hak sebagai warga negara untuk memastikan tidak ada pasal-pasal atau peraturan antidemokrasi lolos dari perhatian masyarakat. Dana publik yang berhasil dihimpun digunakan sepenuhnya untuk membantu para mahasiswa dan masyarakat sipil yang turun menyuarakan aspirasinya di depan gedung DPR.

    "Sindikasi menegaskan hal ini tidak melanggar hukum karena yang dilakukan Ananda Badudu jelas atas nama kemanusiaan," kata Ellena.

    Selain itu, Sindikasi juga menyebut penangkapan dan penetapan tersangka Dandhy Laksono membungkam kebebasan berpendapat. Apalagi, aturan yang digunakan adalah pasal karet dari UU ITE.

    Untuk itu, Sindikasi mendesak pembebasan dengan segera Dandhy Laksono dan Ananda Badudu dari segala tuduhan, pemerintah harus menjamin tegaknya kebebasan berpendapat dan berekspresi. Menghapuskan seluruh pasal karet dalam UU ITE, menghentikan segala bentuk kriminalisasi menggunakan UU ITE, dan menghentikan seluruh upaya penangkapan dan persekusi terhadap aktivis pro-demokrasi dan Hak Asasi Manusia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.