Pendiri Watchdoc Dandhy Laksono Disangka Melanggar UU ITE

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dandhy Dwi Laksono. instagram.com

    Dandhy Dwi Laksono. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis dan pendiri WatchDoc Dandhy Laksono ditangkap oleh kepolisian pada Kamis menjelang tengah malam, 26 September 2019, di rumahnya Bekasi, Jawa Barat. Dia ditangkap polisi karena diduga melanggar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Dalam surat penangkapan oleh Kepolisian yang diterima Tempo, Dandhy ditangkap karena diduga menyebarkan informasi yang bisa menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan berdasarkan SARA. Dandhy dikenai pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45 A ayat 2 UU ITE.

    Pantauan Tempo, usai Dandhy dibawa ke markas polisi, sejumlah lembaga advokasi dan aktivis langsung mendatangi Polda Metro Jaya. Manajer Kampanye Amnesty International Indonesia Puri Kencana Putri mengatakan saat ini sudah ada tim kuasa hukum yang mendampingi Dandhy.

    Puri menjelaskan saat ini tim kuasa hukum tengah bertemu pihak kepolisian. Pantauan Tempo, pertemuan tersebut digelar di Gedung Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mulai pukul 00.35 WIB.

    "Ada kira-kira 8-10 orang yang masuk sebagai tim kuasa hukum yang kini ikut masuk dan mendampingi Dandhy," kata Puri kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat 27 September 2019.

    Adapun tim kuasa hukum tersebut terdiri dari berbagai lembaga. Mulai dari Amnesty International Indonesia, YLBHI, LBH Jakarta, KontraS, Imparsial dan Kantor Hukum Amar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.