Jokowi: Jangan Ragukan Komitmen Saya Soal Demokrasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Bogor, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. Dalam keterangan persnya Presiden meminta kepada DPR untuk menunda pengesahan RKUHP. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Bogor, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. Dalam keterangan persnya Presiden meminta kepada DPR untuk menunda pengesahan RKUHP. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan sejumlah aktivis, tokoh nasional, budayawan, dan tokoh agama di Istana Merdeka hari ini. Pertemuan untuk membahas situasi terkini termasuk tentang pengesahan atau pembahasan sejumlah undang-undang kontroversial.

    "Saya ingin menyampaikan beberapa hal baik yang berkaitan dengan kebakaran hutan, berkaitan dengan Papua, dan yang berkaitan dengan masalah Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, RUU KUHP, dan berkaitan dengan demonstrasi-demonstrasi pada beberapa hari ini," kata Jokowi saat membuka pembicaraan, Kamis, 26 Juni 2019.

    Kepada para tokoh ini, Jokowi meminta komitmennya terhadap kebebasan pers tidak diragukan. Menurut dia kebebasan menyampaikan pendapat harus dipertahankan dalam kehidupan demokrasi.

    "Jangan sampai bapak ibu sekalian ada yang meragukan komitmen saya mengenai ini," ujar dia.

    Para tokoh yang hadir antara lain, Goenawan Mohamad, Mahfud MD, Quraish Shihab, Franz Magnis Suseno, Sudhamek, Azyumardi Azra, Christine Hakim, Bivitri Susanti, Feri Amsari, Emil Salim, Erry Riana Hardjapamekas, Anita Wahid, Arifin Panigoro, dan lainnya.

    Saat berita ini ditulis, pertemuan masih berlangsung secara tertutup.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.