Kabareskrim Pastikan Tak Ada SP3 dalam Kasus Karhutla

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Api mambakar lahan milik warga di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu, 22 September 2019. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga 30 September 2019. ANTARA

    Api mambakar lahan milik warga di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu, 22 September 2019. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga 30 September 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Idham Azis memastikan tak akan ada penghentian kasus atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam pengusutan kasus kebakaran hutan dan lahan. "Saya yakinkan tidak ada SP3," kata Idham saat dikonfirmasi pada Kamis, 26 September 2019. 

    Idham menuturkan, pihaknya bersama Kejaksaan Agung sepakat untuk mempercepat proses penyidikan kasus karhutla. Selain itu, proses penuntutan akan dilakukan secara maksimal baik pelaku perorangan maupun korporasi.

    Lebih lanjut, Idham menegaskan akan menindak pihak lain di luar yang sudah ditetapkan tersangka jika benar terlibat dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.

    "Kami akan lihat nanti tentu penyidik di lapangn akan melihat. Apakah ada kemungkinan kesana, kalau ada tanpa ada keraguan sedikitpun pasti akan saya lakukan proses penyidikan itu," kata Idham.

    Sejauh ini, kepolisian telah menetapkan 323 orang sebagai tersangka perseorangan dan 15 perusahaan sebagai tersangka korporasi.

    ANDITA RAHMA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.