3 Jurnalis Korban Pemukulan Laporkan Polisi ke Polda Sulsel

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar membakar ban saat berunjuk rasa di depan kampus Unhas Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 23 September 2019. Dalam aksi tersebut mereka menolak sejumlah regulasi rancangan Undang-undang (RUU) diantaranya RUU Pertanahan,UU Pemasyarakatan, RUU KUHP dan revisi UU KPK serta  kenaikan iuran BPJS Kesehatan. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

    Sejumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar membakar ban saat berunjuk rasa di depan kampus Unhas Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 23 September 2019. Dalam aksi tersebut mereka menolak sejumlah regulasi rancangan Undang-undang (RUU) diantaranya RUU Pertanahan,UU Pemasyarakatan, RUU KUHP dan revisi UU KPK serta kenaikan iuran BPJS Kesehatan. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Makassar - Tiga jurnalis melapor ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan terkait pemukulan yang dilakukan oleh polisi saat unjuk rasa di depan kantor DPRD Sulawesi Selatan pada Selasa 24 September lalu.

    Ketiga wartawan itu adalah Muhammad Darwin Fathir jurnalis Antara, Saiful (Inikata), dan Ishak Pasabuan (Makassartoday). "Tahap pertama baru laporan pidananya," kata Darwin usai melapor di Polda Sulsel, Kamis 26 September 2019.

    Namun, kata dia, para korban belum dimintai keterangan atau dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP). Alasannya, ketiga korban belum dalam kondisi stabil. "Kami juga rencananya akan melaporkan ke Propam terkait penganiayaan jurnalis," kata Darwin.

    Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar, Fajriani Langgeng mengungkapkan laporan ini baru dalam bentuk aduan karena korban belum menjalani pemeriksaan untuk di BAP. "Masih berproses, laporan pidananya sudah, ini kita akan ke Propam lagi untuk etiknya," ujar Fajriani.

    Pengacara lain, Kadir Wokonubun menambahkan ada dua pelaporan yaitu soal pidana umumnya dikenakan Pasal 170 dan 351. Yang kedua, laporan ke Propam Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan karena yang terlibat aparat kepolisian. "Yang terlibat di lapangan kan polisi bukan warga, jadi kita lapor ke Propam agar aparat itu diperiksa," kata Kadir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.