Hendi dan Gus Miftah Ajak Ribuan Massa Tetap Junjung Persatuan NKRI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Gus Miftah, serta bersama puluhan ribu orang di Kota
Semarang berkumpul menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia pada Selasa, 24 September 2019.

    Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Gus Miftah, serta bersama puluhan ribu orang di Kota Semarang berkumpul menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia pada Selasa, 24 September 2019.

    INFO NASIONAL — Lepas dari riuh demonstrasi ribuan mahasiswa di Kota Semarang yang merobohkan pagar gedung DPRD Jawa Tengah. Di hari yang sama, puluhan ribu orang di Kota Semarang juga berkumpul menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Selasa malam, 24 September 2019. Tak hanya itu, seperti mencoba mendinginkan suasana panas pembahasan penolakan Revisi UU KPK hingga RUU KUHP, lebih dari 25 ribu orang juga lantang menggemakan selawat di lapangan Leboh Raya, Pedurungan Kidul, Kota Semarang.

    Kompak bersama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, adalah pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Gus Miftah, yang melarutkan puluhan ribu massa dari berbagai wilayah Kota Semarang itu, dalam suasana khusyuk dengan semangat menjunjung tinggi persatuan NKRI. "Boleh enggak pejabat dikritik? Boleh! Boleh enggak pemerintah dikritik? Boleh! Siapa bilang enggak boleh? Demo enggak apa-apa, asal santun, asal tidak kisruh," pesan pria yang memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman tersebut.

    Namun dengan bernada satir, Miftah mengaku heran dengan sebagian massa yang datang berbondong-bondong untuk berdemo, tetapi diam ketika mendengar azan. "Kemarin di Jogja bikin slogan Gejayan Memanggil saya ditanya, gimana Gus? Silakan, tapi kamu lucu, Gejayan Memanggil kamu datang, Allah manggil kamu enggak datang, dengar azan susah," ujarnya. "Demo ya silakan enggak apa-apa, tapi kritiklah dengan cara yang santun, dengan akhlaqul karimah," ucap Miftah, menegaskan.

    Di sisi lain Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengucapkan terima kasih kepada Miftah yang pada hari itu langsung terbang dari Jeddah ke Kota Semarang. "Terima kasih atas kerawuhannya Gus Miftah yang baru saja mendarat dari Jeddah, dan semangatnya luar biasa untuk warga Kota Semarang," ujar Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi itu. "Yang terpenting pada hari ini kita harus bersama-sama meyakini karena kita tinggal di NKRI, kita wajib hukumnya mengamankan dan menjaga NKRI," katanya, menegaskan.

    Menutup kegiatan, Miftah mengajak Hendi maju bersamanya untuk memimpin seluruh orang yang hadir menyanyikan lagu "Indonesia Raya", dan pekikan "Merdeka" pun lantang menggema setelah lagu wajib Republik Indonesia tersebut selesai dinyayikan. Tak lupa Miftah pun mendoakan agar para pemimpin bangsa Indonesia selalu diberikan kekuatan. "Ya Allah ya Rab, berikanlah mereka kekuatan ya Allah, dohiron wa batinan, sehingga mereka menjadi pemimpin yang amanah," ucap Miftah. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.