Polisi Diduga Pakai Gas Air Mata Kedaluwarsa saat Demo Mahasiswa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi diduga menggunakan tabung gas air mata kedaluwarsa saat membubarkan demo mahasiswa.

    Polisi diduga menggunakan tabung gas air mata kedaluwarsa saat membubarkan demo mahasiswa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Masyarakat untuk Keadilan dan Demokrasi atau AMUKK menduga kepolisian menggunakan gas air mata kedaluwarsa dalam demo mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 24 September 2019.

    Aliansi menyatakan memiliki bukti terkait hal tersebut. "Nanti akan kami tunjukkan ke polisi," kata perwakilan aliansi, Irine Wardhanie di kantor Lembaga Bantuan Hukum, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

    Irine mengatakan dalam aksi itu mahasiswa dan aliansi menemukan dua selongsong gas air mata yang memiliki tanda kedaluwarsa tahun 2015 dan 2016. Dia mengatakan penggunaan gas air mata tersebut telah melanggar Standar Operasional Prosedur.

    Selain itu, ia mengatakan penggunaan gas air mata kedaluwarsa juga berbahaya. Sebab, menurut dia, senyawa dalam gas itu akan berubah ketika sudah kedaluwarsa. Hal itu, kata dia, menyebabkan sejumlah demonstran mengalami efek yang tidak biasa, seperti dehidrasi, mati rasa dan pingsan.

    "Bahkan ada teman kami yang sampai sekarang itu masih merasakan dampaknya, dia tidak bisa bernafas dengan normal," kata dia.

    Irine mengatakan bakal melaporkan temuan ini ke bagian pengawasan internal kepolisian. "Tentu saja kami akan melaporkan ini bentuk pelanggaran, selain sikap represif dan penggunaan senjata yang tidak sesuai SOP," kata dia. Kepolisian Daerah Metro Jaya membantah tudingan tersebut. Polda Metro menyatakan logistik yang digunakan dalam demi sudah sesuai SOP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.