Layanan Pengaduan Daring KPAI Diretas

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Duo Dangdut, Duo Semangka Clara Gopa dan Variola May bersama komisioner Pornografi dan CyberCrime Margaret Aliyatul dan Ketua KPAI Susanto memberikan penjelasan kepada media usai pertemuan keduanya dikantor KPAI, Jakarta 22 Agsutus 2019. Duo Semangka disorot Komisi Perlindungan Anak Indonesia karena konten video di sosial media yang diduga melanggar asusila dan tidak mendidik. Tempo/Nurdiansah

    (ki-ka) Duo Dangdut, Duo Semangka Clara Gopa dan Variola May bersama komisioner Pornografi dan CyberCrime Margaret Aliyatul dan Ketua KPAI Susanto memberikan penjelasan kepada media usai pertemuan keduanya dikantor KPAI, Jakarta 22 Agsutus 2019. Duo Semangka disorot Komisi Perlindungan Anak Indonesia karena konten video di sosial media yang diduga melanggar asusila dan tidak mendidik. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Layanan pengaduan daring Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sempat terganggu saat situs resmi komisi diretas pada Rabu pagi.

    "Situs KPAI diretas tadi pagi, hal itu mengakibatkan pengaduan daring menjadi terganggu," kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati saat dihubungi ANTARA di Jakarta.

    Komisi sudah berhasil mengatasi masalah tersebut dan saat ini situs resmi KPAI telah pulih.

    Rita merasa prihatin ada upaya untuk meretas situs lembaga negara yang mengakibatkan layanan publik terganggu.

    "Kami akan proses hukum jika pelakunya tertangkap," kata Rita.

    Ketua KPAI Susanto juga menyayangkan adanya upaya untuk meretas situs pelayanan publik seperti KPAI.

    Situs KPAI diperkirakan diretas sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu di laman resmi KPAI tertulis pesan: "Hacked by Rakyat Indonesia. Hai Bapak/Ibu! Maaf merusak halaman Ball dan Ibu, saya pikir dengan meretas KPAI. KPAI bisa mendengarkan keluh kesah bocah di bawah umur seperti saya. Jujur saja saya tidak tertarik membahas politik seperti ini. Hanya saja ada satu hal yang membuat hati saya terpukul dari PENGEMIS DIDENDA 1 JUTA, MAHASISWA DIPUKUL HINGGA BERDARAH, DAN LEBIH SADISNYA ADA ORANG SAKIT DIPUKULI OLEH OKNUM KEPOLISIAN. KPK DIPADAMKAN, MAHASISWA DISIRAM, SEDANGKAN YANG LEBIH MEMBUTUHKAN ITU HUTAN. KENTUT DIBUI, KORUPTOR DICUTI. Thanks.


    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.