Jadi Tersangka, Laporan Harta Anggota BPK Rizal Djalil Rp8,3 M

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizal Djalil. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Rizal Djalil. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil sebagai tersangka suap terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dia disangka menerima suap Sin$100 ribu dari Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo.

    Suap diduga diberikan supaya Rizal membantu perusahaan Leonardo mendapatkan proyek SPAM di PUPR senilai Rp79,27 miliar. "Uang tersebut pada akhirnya diserahkan pada RIZ melalui salah satu pihak keluarga," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang di kantornya, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

    Menurut laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang diunduh dari situs KPK, Rizal terakhir melaporkan hartanya pada 8 Juni 2018. Menurut laporan itu, Rizal memiliki tanah berjumlah 7 bidang di Jakarta Selatan, Kerinci, dan Badung. Semua tanah itu ditaksir bernilai Rp7,8 miliar.

    Selain itu, Anggota IV BPK yang membidangi lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam dan infrastruktur ini juga memiliki mobil Toyota Harrier bernilai Rp320 juta, harta bergerak lainnya sejumlah Rp80 juta.

    Rizal juga tercatat memiliki kas dan setara kas lainnya senilai Rp1,6 miliar dan harta lainnya Rp500 juta. Seluruh hartanya itu mesti dikurangi dengan jumlah hutang yakni, Rp2 miliar. Sehingga total harta yang dimiliki Rizal adalah Rp8,3 miliar.

    Saat ini KPK mencegah Rizal Djalil pergi ke luar negeri. Sedangkan, Rizal Djalil mengaku tidak mengenal semua tersangka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.