Siap Bertemu Benny Wenda, Moeldoko: Maunya Apa Sih?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) Moeldoko, mengisi acara diskusi di DPP GMNI, Jalan Cikini, Nomor 69, Jakarta, Senin 22 Juli 2019. TEMPo/Fikri

    Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) Moeldoko, mengisi acara diskusi di DPP GMNI, Jalan Cikini, Nomor 69, Jakarta, Senin 22 Juli 2019. TEMPo/Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan kesiapannya bertemu dengan Ketua Eksekutif United Liberation Movement for West Papua Benny Wenda. Ini sebagai jawaban atas permintaan DPRD se-Papua agar pemerintah berdialog dengan tokoh-tokoh separatis.

    "Sama Benny Wenda saya juga siap bertemu. Kita bicara, kita sama-sama mencari solusi, kita juga tidak menginginkan sedikit pun ada korban," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

    Benny Wenda merupakan salah satu tokoh Papua yang menyuarakan kemerdekaan. Ia kini tinggal di Oxford Inggris. Benny kerap dituduh aparat keamanan sebagai dalang kerusuhan di berbagai wilayah Papua beberapa waktu belakangan ini.

    Moeldoko mengatakan ingin bertemu Benny Wenda dan tokoh-tokoh separatis untuk menanyakan keinginan mereka. Pemerintah, kata dia, siap memberikan ruang dialog. "Maunya apa sih? Ayo kita bicara. Mau di mana? Ayo, saya akan ikuti," ujarnya.

    Pada Selasa kemarin, 24 September 2019, Moeldoko bertemu dengan puluhan anggota DPRD Kabupaten/Kota se-Papua dan Papua Barat untuk membicarakan situasi dan kondisi di Papua. Dalam pertemuan itu, para anggota dewan menyampaikan sejumlah aspirasi dari masyarakat di Bumi Cenderawasih itu.

    Ketua DPRD Kabupaten Maybrat Ferdinando Solossa meminta pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh separatis. "Kami minta pemerintah membuka dialog antara pemerintah pusat dan tokoh-tokoh Papua, khususnya yang dipandang memiliki ideologi yang konfrontatif atau berseberangan seperti ULMWP dan KNPB," kata Ferdinando.

    Ferdinando menjelaskan, forum dialog itu harus melibatkan pihak ketiga yang independen, netral, dan obyektif sehingga akar permasalahan politik di Papua bisa tuntas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.