Komnas HAM: Polisi Tak Perlu Gunakan Kekerasan Berlebih

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Amiruddin Al Rahab berbicara kepada awak media terkait kasus pembunuhan pekerja proyek di Nduga, Papua, di kantornya, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Amiruddin Al Rahab berbicara kepada awak media terkait kasus pembunuhan pekerja proyek di Nduga, Papua, di kantornya, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengimbau kepolisian tak menggunakan Kekerasan berlebih dalam menghadapi demonstrasi mahasiswa. "Supaya tidak terulang lagi seperti bulan Mei, jadi tidak perlu menggunakan kekerasan berlebih dalam menghadapi demonstrasi mahasiswa," kata Komisioner Komnas HAM Amiruddin seusai menjenguk korban demo di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

    Amiruddin menanggapi demo mahasiswa yang berujung ricuh di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 24 September 2019. Ia berharap kepolisian dapat bekerja lebih baik dalam menghadapi setiap aksi massa seperti yang terjadi di DPR kemarin. Ia mengatakan polisi seharusnya bisa mengimbau mahasiswa untuk tidak bertindak anarkistis.

    Sebaliknya, kata dia, mahasiswa juga harus menghindari tindakan kekerasan. "Saling hormat dibutuhkan dalam konteks demokrasi saat ini," kata dia.

    Terkait demo kemarin, Amir mengatakan akan menjalin komunikasi dengan Inspektorat Pengawasan Umum Polri guna memperoleh penjelasan, termasuk prihal prosedural penanganan aksi unjuk rasa kemarin. 

    Ia juga akan menyampaikan sejumlah hal penting kepada polisi.

    Kendati begitu, Amiruddin mengatakan Komnas HAM urung menyimpulkan adanya penggunaan kewenangan berlebihan oleh polisi. Ia belum memastikan Komnas HAM akan membentuk tim pengusut kerusuhan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.