Isu Gagalkan Pelantikan, Fahri Hamzah: Jokowi Tak Perlu Takut

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah usai melayat almarhum BJ Habibie di rumah duka, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Rabu malam, 11 September 2019. TEMPO/Lani Diana

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah usai melayat almarhum BJ Habibie di rumah duka, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Rabu malam, 11 September 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menduga ada yang menyusupi gelombang aksi mahasiswa yang menolak pengesahan sejumlah rancangan undang-undang (RUU). Penyusup itu, ujar Fahri, diduga ingin menggagalkan pelantikan presiden pada 20 Oktober mendatang. Kendati demikian, Fahri meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak risau.

    “Saya berharap presiden enggak perlu terlalu takut, karena hasil pemilu sudah memilih dia,” ujar Fahri Hamzah kepada wartawan pada Selasa malam, 24 September 2019. Gugatan di Mahkamah Konstitusi yang mempersoalkan kemenangan Jokowi dalam pemilu 2019 sudah dilalui. Prabowo pun sudah menerima. “Sudah selesai.”

    Yakin pelantikan Jokowi akan aman, Fahri tetap berharap pihak keamanan atau intelijen harus menganalisa situasi ini. Ia yakin, kisruh dalam unjuk rasa yang terjadi kemarin malam, hingga terjadi bakar-membakar, bukan ulah mahasiswa. Ia masih kaget karena serangannya terlalu mendadak. “Saya percaya ini bukan mahasiswa. Pasti ada sesuatu. Saya enggak percaya ini natural.”

    Demo berujung rusuh terjadi di sekitar rel Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, mulai pukul 19.00, Selasa, 24 September 2019. Awalnya, warga dan mahasiswa bercampur. Belakangan, mahasiswa bubar dan tertinggal massa yang diduga warga sekitar. Mereka terus melempari gedung DPR dengan batu-batu yang diambil dari sekitar rel kereta api. Pos Polisi Subsektor Palmerah dibakar. Kemudian polisi membalas mereka dengan gas air mata.

    Beberapa motor yang parkir terbakar. Tak jelas siapa yang membakar. "Bakar-bakar," teriak massa tak henti-hentinya.

    Polisi terus menembakkan gas air mata menghalau massa. Tembakan demi tembakan tidak digubris, massa terus melemparkan batu ke gedung DPR. Massa bubar sekitar pukul 02.00.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.