Wakapolda Jatim Soal Demo Mahasiswa: Ricuh di Malang Spontan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa di Kota Malang menggelar aksi penolakan terhadap RUU yang bermasalah di depan Gedung DPRD Kota Malang. TEMPO/Eko Widianto

    Mahasiswa di Kota Malang menggelar aksi penolakan terhadap RUU yang bermasalah di depan Gedung DPRD Kota Malang. TEMPO/Eko Widianto

    TEMPO.CO, Malang -Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Brigadir Jenderal Toni Harmanto menjelaskan aksi demo mahasiswa di Jawa Timur relatif kondusif.

    Meski sempat terjadi kericuhan saat aksi mahasiswa di Malang.

    Aksi mahasiswa menolak RUU KUHP dan regulasi bermasalah berlangsung di Surabaya, Pasuruan, Malang, dan Kediri. Gelombang aksi unjukrasa terjadi selama dua hari dan bakal berlanjut hingga Rabu hari ini, 25 September 2019.

    “Mahasiswa kelelahan aksi mulai pagi. Tadi reaksi spontan,” kata Toni di gedung DPRD Kota Malang, Selasa, 24 September 2019. Mahasiswa, katanya, bisa mengendalikan diri sehingga kericuhan bisa dikendalikan.

    Polisi menyemprotkan meriam air. Beberapa mahasiswa terluka karena pukulan, polisi juga terluka terkena lemparan batu, botol dan air kemasan.
    Termasuk seorang jurnalis terluka saat melakukan kerja jurnalistik.

    Polisi, katanya, melakukan pendekatan persuasif dalam menangani aksi unjukrasa mahasiswa. Toni mengimbau mahasiswa menyalurkan aspirasi sesuai aturan.

    Gelombang aksi demo mahasiswa membubarkan diri setelah sempat terjadi kericuhan. Sedangkan ratusan polisi bertahan sampai malam ini di depan gedung DPRD Kota Malang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.