Ketua DPR Bersedia Temui Mahasiswa yang Demo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Bamsoet mendeklarasikan diri sebagai pesaing Airlangga Hartarto bersama lima orang lainnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman  W

    Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Bamsoet mendeklarasikan diri sebagai pesaing Airlangga Hartarto bersama lima orang lainnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaKetua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo menyatakan bersedia menemui perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi di depan gedung DPR. Namun dia ingin pertemuan dilangsungkan di dalam Kompleks Parlemen, bukan di lokasi unjuk rasa.

    "Kami bersedia (bertemu mahasiswa). Kalau ingin dialog kami undang ke dalam perwakilannya," kata Bamsoet seusai rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 September 2019.

    Bamsoet beralasan tak memungkinkan jika dia yang keluar ke depan gedung DPR menemui para mahasiswa. "Kalau di luar suasananya tidak memungkinkan untuk dialog," ujarnya.

    Sebelumnya para mahasiswa menyatakan ingin bertemu dengan pimpinan DPR. Namun mereka tak mau masuk ke dalam gedung DPR, melainkan meminta pimpinan DPR yang menemui mereka ke jalan. Dua pertemuan sebelumnya pada 19 September dan 23 September kemarin tak menghasilkan apa-apa.

    Gelombang aksi mahasiswa kembali memadati depan gedung DPR di ruas jalan Gatot Subroto hari ini. Bersama para petani, buruh, hingga wartawan, mereka memprotes RUU dan UU bermasalah yang dihasilkan DPR. 

    Mereka menolak RKUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan, RUU Minerba, dan RUU Ketenagakerjaan, serta meminta dibatalkannya UU KPK dan UU SDA. Mereka juga mendesak disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan RUU Perlindungan Pekerja Sosial.

    Ada pula enam tuntutan lainnya yaitu sebagai berikut.

    -Batalkan pimpinan KPK bermasalah pilihan DPR

    -Tolak TNI dan Polri tempati jabatan sipil

    -Stop militerisme di Papua dan daerah lain. Bebaskan tahanan politik di Papua segera!

    -Hentikan kriminalisasi aktivis

    -Hentikan pembakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera yang dilakukan oleh korporasi, dan pidanakan korporasi pembakar hutan, serta cabut izinnya!

    -Tuntaskan pelanggaran HAM dan adili penjahat HAM, termasuk yang di lingkaran kekuasaan; pulihkan hak-hak korban segera!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.