Aksi Mahasiswa di DPR Sekaligus Peringatan Tragedi Semanggi II

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berunjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa, 24 September 2019.  ANTARA/Muhammad Adimaja

    Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berunjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa, 24 September 2019. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi besar-besaran mahasiswa di depan Gedung DPR hari ini berbarengan dengan 20 tahun Tragedi Semanggi II. Tepat 20 tahun lalu, 24 September 1999, mahasiswa Universitas Indonesia, Yun Hap tewas ditembak saat berunjuk rasa di sekitar kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta Pusat.

    Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI Manik Marganamahendra menyatakan aksi kali ini juga menuntut penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu, khususnya peristiwa Semanggi II.

    "Sesuai dengan empat restorasi yang sudah kami sampaikan kemarin, penyelesain kasus Semanggi II termasuk ke dalam agenda nomor dua tentang hak atas berpendapat dan HAM," kata Manik saat ditemui Tempo di kawasan Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 24 September 2019.

    Manik menegaskan pemerintah dan DPR RI perlu menindaklanjuti tuntutan tersebut beserta tiga poin lainnya dari Aliansi Mahasiswa Indonesia.

    Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Teknik UI (FTUI) Irsan Bagas pun mengungkapkan bahwa hari ini mahasiswa juga turut memperingati 20 tahun tragedi Semanggi II yang merenggut nyawa salah satu mahasiswa UI.

    "Salah satu korbannya ialah atas nama Yun Hap dari mahasiswa FTUI angkatan 1996. Almarhum meninggal tepat hari ini, 24 September 1999. Kami disini turut memperingati 20 tahun meninggalnya beliau," kata Irsan di kesempatan yang sama.

    Irsan berharap tidak ada kejadian seperti Tragedi Semanggi II di kemudian hari.

    "Harapan kami tidak akan ada lagi kejadian seperti itu pada hari ini atau di masa mendatang," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.