Jokowi Bakal Temui Tokoh Papua Lagi Usai Pelantikan Presiden

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menerima kunjungan perwakilan anggota DPRD Kabupaten se Papua dan Papua Barat di kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, 24 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menerima kunjungan perwakilan anggota DPRD Kabupaten se Papua dan Papua Barat di kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, 24 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan bertemu lagi dengan tokoh-tokoh dari Papua dan Papua Barat. Pertemuan akan dilakukan setelah pelantikan Jokowi sebagai presiden 2019-2024.

    "Semuanya akan direncanakan. Pertemuan rencana Pak Mendagri nanti setelah pelantikan," kata Moeldoko seusai menerima perwakilan anggota DPRD Kabupaten/Kota se Papua dan Papua Barat di kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa, 24 September 2019.

    Namun Moeldoko tidak memberi jawaban pasti apakah pertemuan itu bakal mengundang tokoh-tokoh dari kelompok separatis atau tidak. "Itu ada tekniknya.” Tekniknya akan dipikirkan karena ini berkaitan dengan langkah-langkah penyelesaian. “Substansi akan dipikirkan lebih jauh,"

    Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Maybrat Ferdinando Solossa, menyerahkan delapan tuntutan masyuarakat Papua dan Papua Barat ke Moeldoko untuk diteruskan ke Presiden Jokowi. Salah satu tuntutannya adalah mendesak pemerintah pusat mengadakan dialog dengan kelompok separatis. "Dialog  dimaksud agar dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga yang independen, netral, dan objektif dalam menyelesaikan akar persoalan politik, HAM, dan demokrasi di Tanah Papua.”

    Presiden Jokowi sebenarnya telah bertemu dengan perwakilan tokoh adat, tokoh agama, dan mahasiswa Papua pada 10 September 2019. Namun sejumlah pihak mengkritik pertemuan itu lantaran materi pertemuannya tidak menyinggung kerusuhan yang sedang terjadi di Papua. Dalam pertemuan itu salah satu yang dibicarakan justru wacana pembangunan Istana Presiden di Jayapura.

    Ferdinando menyayangkan pertemuan itu karena para tokoh yang diundang tidak menjelaskan permasalahan di Papua secara utuh. Selain itu dalam pertemuan tidak mengundang semua kepala daerah di Papua dan Papua Barat. "Pada prinsipnya kami tidak menolak apa yang disampaikan itu tetapi minimal melakukan koordinasi, pertemuan secara komprehensif dengan Pemda."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.