Moeldoko Sebut KPK Hambat Investasi, Dahnil Anzar: Menyesatkan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar saat tiba di PN Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019. Danhil akan menjadi saksi untuk terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.TEMPO/Muhammad Hidayat

    Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar saat tiba di PN Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019. Danhil akan menjadi saksi untuk terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengkritik pernyataan Moeldoko yang mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghambat investasi.

    "Pernyataan Pak Moeldoko ini melawan fakta dan cenderung menyesatkan, hampir semua riset menyebutkan pemerintahan yang memiliki lembaga hukum yang dipercaya publik termasuk dalam pemberantasan korupsi akan mendapat kepercayaan dari investor," kata Dahnil, Senin, 23 September 2019.

    Dahnil juga mengatakan yang selalu dikeluhkan investor terkait dengan high cost of economy dan penyebab utamanya adalah korupsi. "Tidak ada satu pun negara yang baik ekonominya tapi korupsinya tinggi," kata Dahnil.

    Justru Dahnil menyebutkan cara berpikir Moeldoko mirip orang-orang yang menganggap korupsi dan suap adalah pelumas ekonomi. "Ini cara berpikir sesat dan merusak tatanan ekonomi dalam jangka panjang," kata dia.

    Sebelumnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, hari ini Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan alasan pemerintah tak menunda pengesahan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi atau revisi UU KPK.

    Dia menyebutkan pertama, hasil survei menunjukkan bahwa yang menyetujui untuk revisi UU KPK itu lebih banyak. Moeldoko juga mengatakan, survei Litbang Kompas menunjukkan 44,9 persen masyarakat mendukung revisi UU KPK. Alasan lainnya adalah KPK bisa menghambat upaya investasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.