Tolak Politisasi, Mahasiswa Emoh Dialog Ruang di Fraksi Gerindra

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPR RI hingga Senin malam, 23 September 2019. Tempo/Adam Prireza

    Demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPR RI hingga Senin malam, 23 September 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan mahasiswa yang berdemo di depan gedung DPR/MPR menolak audiensi digelar di ruangan Fraksi Partai Gerindra DPR RI. Mereka ingin pertemuan digelar di ruangan yang netral tanpa ada embel-embel partai politik.

    "Kami ingin pertemuan ini di ruangan yang netral, jangan di fraksi," kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Tierry Ramadan, di lantai 17 gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 23 September 2019.

    Ketua Badan Legislasi DPR yang juga politikus Partai Gerindra Supratman Andi Agtas, mengatakan dirinya ditugaskan oleh fraksi untuk menerima mereka. Tierry kembali menyatakan mereka tak bisa menggelar pertemuan dilatarbelakangi fraksi tertentu.

    Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengklaim, Fraksi Gerindra mengaku menerima informasi bahwa perwakilan mahasiswa ingin bertemu dengan mereka. Dia mengklaim menerima tugas dari pimpinan untuk menemui mahasiswa.

    Namun saat para mahasiswa bertanya siapa yang memberi informasi tersebut, para politikus Gerindra tak menjawab rinci.

    "Kami terbuka untuk mendengarkan aspirasi, tapi jika teman-teman ingin bertemu dengan pimpinan DPR dan pimpinan Komisi III, silakan," kata mantan Presiden BEM Universitas Trisakti ini.

    Para mahasiswa terus memprotes. Mereka menolak aksi protes ini dipolitisasi oleh pihak-pihak tertentu, termasuk partai politik. Supratman dan Andre akhirnya mengalah dan menghubungi sekretariat Badan Legislasi untuk menyiapkan ruang Baleg sebagai lokasi pertemuan.

    "Tolong teman-teman media jangan ada yang menyebut bahwa kami ingin menemui fraksi Gerindra," kata salah satu perwakilan mahasiswa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.