Demo Mahasiswa Tolak UU KPK Di Bandung Berujung Ricuh

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan mahasiswa mengikuti aksi #GejayanMemanggil di Simpang Tiga Colombo, Gejayan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin 23 September 2019. Dalam aksi demonstrasi yang diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta itu, mereka menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi serta mendesak pemerintah dan DPR mencabut UU KPK yang sudah disahkan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Ribuan mahasiswa mengikuti aksi #GejayanMemanggil di Simpang Tiga Colombo, Gejayan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin 23 September 2019. Dalam aksi demonstrasi yang diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta itu, mereka menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi serta mendesak pemerintah dan DPR mencabut UU KPK yang sudah disahkan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Bandung - Demonstrasi ribuan mahasiswa di Bandung, Jawa Barat, berujung ricuh. Aksi mahasiswa terkait penolakan UU KPK dan UU bermasalah lainnya itu berlangsung di depan gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Senin, 23 September 2019.

    Kerusuhan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Bentrokan antara pendemo dengan petugas kepolisian pun tak terelakan. Gerbang besi yang dikunci menggunakan rantai besi sempat terbuka lantaran didorong oleh peserta aksi.

    Awalnya pendemo meminta agar mereka bisa masuk ke area halaman gedung DPRD Jawa Barat. Namun, petugas kepolisian yang berjaga mengamankan aksi itu tak mengindahkan keinginan pendemo.

    Sekitar pukul 16.36 WIB, mahasiswa yang memadati bagian luar depan pintu gerbang pun mendorong gerbang hingga gerbang itu terbuka. Namun, sebelum peserta aksi masuk melewati gerbang, petugas kepolisian langsung memukul mundur mereka.

    Selang setengah jam kemudian, salah satu anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PAN Hasbullah Rahmad menyambangi peserta aksi untuk melakukan audiensi. Namun, audiensi itu berujung gagal dan keinginan pendemo untuk masuk tak bisa dibendung. Tiba-tiba mereka kembali merangsek masuk mendobrak gerbang besi setinggi 3 meter. "Buka, buka, buka pintunya, buka pintunya sekarang juga," teriak pendemo.

    Polisi pun langsung menambah barisan pertahanan hingga berlapis-lapis. Niat pendemo untuk memasuki area halaman gedung pun diurungkan. Ketatnya barisan pengamanan yang dilakukan polisi membuat peserta aksi tak bisa memasuki halaman gedung DPRD.

    Peserta aksi pun mulai melakukan pelemparan botol mineral, batu, hingga sandal pun meluncur deras ke halaman gedung DPRD Jawa Barat. Hingga berita ini diturunkan aksi demonstrasi itu tak kunjung selesai. Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Barat itu masih mengepung gedung DPRD Jawa Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.