Bacakan Nota Keberatan, Romahurmuziy Bacakan 3 Ayat Al Quran

Reporter

Editor

Amirullah

Terdakwa mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy berbincang dengan kuasa hukumnya saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 11 Septembr 2019. Dalam sidang tersebut, Romahurmuziy didakwa menerima suap dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik nonaktif Muafaq Wirahadim, terkait jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy memasukkan tiga ayat Al Quran dan empat hadits dalam nota keberatan yang ia bacakan di sidang lanjutan kasus jual-beli jabatan Kementerian Agama, Senin, 23 September 2019.

Tiga ayat itu berasal dari Surat Al-Ma'idah, Surat At-Tin, dan Surat Al-Hujurat. Ketiga surat itu dicantumkan Rommy karena menyinggung perihal penegakan keadilan dan berprasangka.

"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa," ujar Rommy ketika mulai membacakan nota keberatan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama, Rommy meminta para hakim untuk cermat memeriksa dan mengambil keputusan persidangan perkara ini. Sebab, kata dia, keputusan hakim akan mempengaruhi pahala yang akan hakim dapatkan.

Apalagi, kata Rommy, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki muatan politik untuk menjatuhkan partainya, yakni PPP. Ia menilai, penangkapan yang dilakukan KPK telah membuat partainya kehilangan banyak suara.

Rommy bahkan mengatakan ia sudah pernah memperingatkan penyidik saat penangkapannya dulu. "Saya bilang, kalau suara PPP nanti terjerembab maka andalah yang paling bertanggungjawab atas berkurangnya dukungan politik," ujar dia.

KPK, kata Rommy, telah berprasangka dan mencari celah untuk menjatuhkan PPP. "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak berprasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain," ucap dia.






KPK Bakal Periksa 3 Saksi dari Swasta di Kasus Korupsi Bupati Pemalang

1 hari lalu

KPK Bakal Periksa 3 Saksi dari Swasta di Kasus Korupsi Bupati Pemalang

KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang dari swasta dalam kasus dugaan korupsi jual beli jabatan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo.


Dirapel Setahun, Tunjangan Insentif Guru Non-PNS Cair Paling Lambat November

8 hari lalu

Dirapel Setahun, Tunjangan Insentif Guru Non-PNS Cair Paling Lambat November

Kementerian Agama (Kemenag) sedang memproses pencairan tunjangan insentif bagi guru madrasah bukan pegawai negeri sipil (PNS).


PPP Bantah Dugaan Romahurmuzy Ikut Lengserkan Suharso Monoarfa dari Ketum PPP

15 hari lalu

PPP Bantah Dugaan Romahurmuzy Ikut Lengserkan Suharso Monoarfa dari Ketum PPP

Romy juga disebut mengulik jadwal kepulangan Suharso dari Paris agar proses pencopotannya sebagai Ketua Umum PPP berjalan tanpa kehadiran Suharso.


Kemenag Investigasi Kematian Santri Gontor, Ini Hasilnya

15 hari lalu

Kemenag Investigasi Kematian Santri Gontor, Ini Hasilnya

Dalam proses itu tidak ditemukan bekas luka maupun darah. Tak berselang lama, jenazah disalatkan di Masjid Gontor oleh ribuan santri.


Nama Romahurmuziy Disebut di Tengah Kisruh Pelengseran Suharso Monoarfa

19 hari lalu

Nama Romahurmuziy Disebut di Tengah Kisruh Pelengseran Suharso Monoarfa

Romy-sapaan Muhammad Romahurmuziy-disebut-sebut datang ke rumah Suharso Monoarfa untuk membicarakan hasil Mukernas.


Beasiswa Indonesia Bangkit untuk S1-S3, Pendaftaran Dibuka 10-14 September 2022

20 hari lalu

Beasiswa Indonesia Bangkit untuk S1-S3, Pendaftaran Dibuka 10-14 September 2022

Pendaftaran beasiswa dibuka pada 10 -14 September 2022. BeasiswaIndonesia Bangkit diperuntukkan bagi dosen, guru atau pendidik di lingkungan Kemenag.


Santri Ponpes Gontor Tewas Dianiaya, Kemenag Masih Godok Aturan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

20 hari lalu

Santri Ponpes Gontor Tewas Dianiaya, Kemenag Masih Godok Aturan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

Regulasi pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren masih dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.


Kemenag Siapkan 10 Ribu Kuota Pendidikan Profesi Guru

27 hari lalu

Kemenag Siapkan 10 Ribu Kuota Pendidikan Profesi Guru

Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah menyiapkan 10 ribu kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG).


Anies Baswedan Harus Perbaiki Gaya Komunikasi, Termasuk dengan Lawan Politik

29 hari lalu

Anies Baswedan Harus Perbaiki Gaya Komunikasi, Termasuk dengan Lawan Politik

Banyak program Anies Baswedan yang masih bolong dan minus sehingga mendapat kritik dari publik, termasuk lawan politiknya.


Isu Jual Beli Jabatan setelah Anies Lantik Pejabat, Riza Patria: Rekrutmen ASN Tak Ujug-ujug

30 hari lalu

Isu Jual Beli Jabatan setelah Anies Lantik Pejabat, Riza Patria: Rekrutmen ASN Tak Ujug-ujug

Ahmad Riza Patria memastikan hingga saat ini belum ada temuan jual beli jabatan di lingkungannya mengacu kepada penelusuran Inspektorat.