Kasus Imam Nahrawi, Sesmenpora Alfitra Dikonfirmasi KPK Soal KPA

Reporter

Editor

Purwanto

Menpora Imam Nahrawi memberikan keterangan pers pengunduran dirinya di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis 19 September 2019. Imam Nahrawi resmi mengundurkan diri dari jabatan Menpora usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemberian dana hibah KONI. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta -Mantan Sesmenpora Alfitra Salamm mengaku dikonfirmasi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal tugas Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

"Saya hanya ditanya soal tugas KPA saja, tadi hanya sebentar (pemeriksaan) tidak sampai satu jam," ucap Alfitra yang menjabat Sesmenpora periode 2014-2016 usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin.

KPK pada Senin memeriksa Alfitra sebagai saksi untuk tersangka Miftahul Ulum (MIU) yang merupakan asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi (IMR) dalam penyidikan kasus suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018.

"Kasus 2018 saya sudah tidak jadi Sesmenpora lagi, saya Sesmenpora sampai 2016. Jadi, saya tidak ada kaitan sama pokok perkara," ungkap Alfitra.

Saat dikonfirmasi apakah dirinya pernah dimintai dana oleh Imam Nahrawi, ia enggan menjelaskannya lebih lanjut.

"Nanti dilihat di pengadilan saja. Yang jelas saya hanya diminta tugas saya sebagai KPA saja," ujar Alfitra.

Sebelumnya pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (29/4), Alfitra disebut pernah dimintai dana Rp5 miliar oleh Menpora Imam Nahrawi.

"Sesmenpora saat itu Pak Alfitra Salamm pernah datang bersama istrinya, dia nangis-nangis karena tidak tahan lagi menjadi Sesmenpora," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (29/4).

Menurut Ending, Alfitra mengaku tidak tahan karena diminta harus menyiapkan uang Rp5 miliar.

"Katanya ia mau mengundurkan diri sebagai Sesmenpora karena tidak tahan, sudah terlalu berat bebannya karena diminta untuk menyiapkan uang Rp5 miliar untuk kementerian," kata Ending.

"Yang menyampaikan minta Rp5 miliar siapa?" tanya jaksa penuntut umum KPK Agus.

"Disampaikan Pak Menteri," jawab Ending.

Diketahui, KPK pada Rabu (18/9) mengumumkan Miftahul dan Imam Nahrawi sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

Imam diduga menerima uang dengan total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut diduga merupakan "commitment fee" atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Adapun rinciannya, dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar.

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.

ANTARA






Kasus Dana Hibah KONI Berlanjut, Jaksa Periksa Bendahara Satlak Prima 2017

14 Juni 2021

Kasus Dana Hibah KONI Berlanjut, Jaksa Periksa Bendahara Satlak Prima 2017

Kasus dugaan korupsi ini terjadi pada November 2017, berawal saat KONI Pusat mengirimkan proposal kepada Menpora Imam Nahrawi.


Kejagung Periksa Kabag Keuangan KONI Soal Dugaan Korupsi Dana Hibah

10 Juni 2021

Kejagung Periksa Kabag Keuangan KONI Soal Dugaan Korupsi Dana Hibah

Kejaksaan Agung memeriksa Kepala Bagian Keuangan KONI Pusat ihwal dugaan korupsi bantuan dana pemerintah pada 2017.


Mantan Menpora Imam Nahrawi Jalani Isolasi Mandiri di Lapas Sukamiskin

8 April 2021

Mantan Menpora Imam Nahrawi Jalani Isolasi Mandiri di Lapas Sukamiskin

Menpora Imam Nahrawi langsung menjalani isolasi mandiri usai dieksekusi ke Lapas Sukamiskin.


KPK Eksekusi Imam Nahrawi ke Lapas Kelas IA Sukamiskin

7 April 2021

KPK Eksekusi Imam Nahrawi ke Lapas Kelas IA Sukamiskin

KPK mengeksekusi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Sukamiskin pada Rabu, 7 April 2021.


KPK Banding, Vonis untuk Imam Nahrawi Dianggap Belum Adil

2 Juli 2020

KPK Banding, Vonis untuk Imam Nahrawi Dianggap Belum Adil

KPK berharap majelis hakim Pengadilan Tinggi Jakarta akan mengabulkan permohonan banding atas vonis Imam Nahrawi.


Mantan Menpora Imam Divonis 7 Tahun, KPK Kembangkan Kasus ke KONI

1 Juli 2020

Mantan Menpora Imam Divonis 7 Tahun, KPK Kembangkan Kasus ke KONI

Mantan Menpora Imam Nahrawi divonis tujuh tahun penjara dan KPK membuka kemungkinan pengembangan kasus suap itu ke KONI.


KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Suap KONI

30 Juni 2020

KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Suap KONI

KPK membuka peluang mengembangkan kasus suap dana hibah dari Kemenpora ke KONI yang menyeret Imam Nahrawi.


Divonis 7 Tahun, Imam Nahrawi Pertimbangkan Ajukan Banding

30 Juni 2020

Divonis 7 Tahun, Imam Nahrawi Pertimbangkan Ajukan Banding

Kuasa hukum mengatakan bahwa Imam Nahrawi merasa kecewa dengan vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim


Empat Fakta dalam Perkara Korupsi Bekas Menpora Imam Nahrawi

30 Juni 2020

Empat Fakta dalam Perkara Korupsi Bekas Menpora Imam Nahrawi

Selain hukuman penjara dan denda, hakim juga mencabut hak Imam Nahrawi untuk dipilih dalam jabatan publik.


Divonis 7 Tahun, Imam Nahrawi: Demi Allah Saya Tak Terima Suap

29 Juni 2020

Divonis 7 Tahun, Imam Nahrawi: Demi Allah Saya Tak Terima Suap

Hakim memvonis Imam Nahrawi tujuh tahun penjara dan mencabut hak ia dipilih. Namun, mantan Menpora ini membantah menerima suap.