Langit di Muaro Jambi Kemerahan Akibat Karhutla

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan perahu menyeberangi Sungai Batanghari di bawah Jembatan Gentala Arasy yang diselimuti kabut asap karhutla, Jambi, Kamis 19 September 2019. Satelit Terra dan Aqua mendeteksi sebanyak 166 titik panas di Jambi pada Kamis (19/9/2019). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    Warga menggunakan perahu menyeberangi Sungai Batanghari di bawah Jembatan Gentala Arasy yang diselimuti kabut asap karhutla, Jambi, Kamis 19 September 2019. Satelit Terra dan Aqua mendeteksi sebanyak 166 titik panas di Jambi pada Kamis (19/9/2019). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang melanda Desa Puding dan Pulau Mentaro, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi semakin pekat. Suasana di desa tersebut pun seperti waktu senja menjelang malam dengan langit berwarna kemerahan.

    Pantauan Antara, di lokasi Desa Puding dan Mentaro, pada Sabtu, 21 September 2019, karhutla yang terjadi di Desa Puding dan Mentaro, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi tepatnya kawasan areal lahan PT Bara Eka Prima (BEP) dan PT Pesona Belantara Persada (PBP) mengakibatkan kabut asap terparah.

    Eko, warga setempat mengatakan, suasana siang hari di desa tersebut saat ini sudah tampak seperti malam akibat kabut asap yang makin pekat.

    Menurutnya kebakaran yang terjadi di sana membuat langit menjadi gelap gulita. Apalagi untuk masuk ke jalan menuju lahan yang terbakar wilayah PT Bep dan PT Pesona sudah seperti malam hari dan kendaraan yang melintas harus menghidupkan lampu.

    Warga membenarkan kebakaran itu terjadi kawasan perusahaan.

    Sumber lainnya mengatakan, kondisi angin yang kuat membuat hembusan api semakin membesar dan semakin gelap.

    "Tiupan angin memang kencang disertai suara gemuruh api yang membakar lahan yang berjarak dua kilometer lagi dari permukiman warga setempat," kata Eko membenarkan sumber tadi.

    Asap yang makin pekat juga membuat minimnya aktivitas warga di dua desa tersebut dan warga lebih banyak berdiam di dalam rumah. Warga juga menghidupkan lampu rumah karena suasana gelap seperti malam hari.

    Tim satgas karhutla Jambi dibantu pasukan TNI dan Brimob Polda Jambi masih terus berupaya memadamkan api di lahan milik perusahaan dibantu petugas dari perusahaan.

    Saat ini ada 100 prajurit TNI dari Yonif 144 Bengkulu yang diturunkan membantu pemadaman api karhutla di Muarojambi. Mereka juga dibantu personil Brimob Polda Jambi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.