KPK Periksa Saksi Kasus KONI Imam Nahrawi

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Imam Nahrawi bermain golf dalam kegiatan First Open Golf Tournament di Jakarta pada 22 Oktober 2018. Terkait kasus ini pula Imam Nahrawi menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo hingga masyarakat. Instagram/@Nahrawi_imam

    Foto Imam Nahrawi bermain golf dalam kegiatan First Open Golf Tournament di Jakarta pada 22 Oktober 2018. Terkait kasus ini pula Imam Nahrawi menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo hingga masyarakat. Instagram/@Nahrawi_imam

    TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat memanggil seorang saksi untuk tersangka mantan Menpora Imam Nahrawi (IMR) dalam penyidikan kasus suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018.

    "Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap Alverino Kurnia, swasta sebagai saksi untuk tersangka IMR terkait tindak pidana korupsi suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

    Diketahui, KPK pada Rabu (18/9) mengumumkan Imam dan asisten pribadinya saat menjadi Menpora, yakni Miftahul Ulum sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

    Imam diduga menerima uang dengan total Rp26,5 miliar.

    Uang tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan IMR selaku Menpora.

    Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

    Adapun rinciannya, dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar.

    Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.

    Imam dan Ulum disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    Selain itu, KPK juga telah mencegah ke luar negeri terhadap keduanya sejak akhir Agustus 2019.

    Imam bukan satu-satunya menteri yang terjerat korupsi. Sebelumnya, Menteri Sosial  Idrus Marham juga mundur setelah dijaring  KPK.  Indonesia Corruption Watch  mencatat, selain menjaring dua menteri,  KPK juga telah menangkap 23 anggota DPR  dalam lima tahun terakhir. Setelah KPK dilemahkan, kalangan aktivis antikorupsi berpendapat korupsi pejabat akan menggila karena  Faktor Kebutuhan dan Keserakahan .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.