Mahasiswa di Malang Dukung KPK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan Mahasiswa menggelar aksi menolak RUU KUHP dan UU KPK yang baru di deoan gerbang pintu gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis, 19 September 2019. Dalam aksi tersebut mereka menolak RKUHP dan UU KPK yang baru disahkan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ratusan Mahasiswa menggelar aksi menolak RUU KUHP dan UU KPK yang baru di deoan gerbang pintu gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis, 19 September 2019. Dalam aksi tersebut mereka menolak RKUHP dan UU KPK yang baru disahkan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Malang - Puluhan mahasiswa di Malang mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka berunjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Jumat, 20 September 2019. Mereka membentangkan poster dan spanduk menolak segala bentuk pelemahan KPK.

    Mereka yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Hukum Peduli Keadilan Universitas Brawijaya mengajak semua elemen masyarakat dan mahasiswa turut turun ke jalan. 

    "KPK telah mati. Undang-undang KPK telah mematikan fungsi pemberantasan korupsi," kata juru bicara Formah PK, Dimas Pasa. Dalam aksinya mereka juga menggelar aksi teatrikal sosok berjas bertulis pemerintah. Sembari membawa tali yang diikat di tubuh jenazah berbalut kain kafan.

    Dimas menyatakan jika revisi Undang-undang KPK telah melepas semua kewenangan dan fungsi lembaga antikorupsi ini. Mulai dibentuknya Dewan Pengawas yang diperkirakan akan menyulitkan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Serta menghilangkan fungsi penuntutan di pengadilan.

    "Semua kewenangan KPK dilepas. Hari ini koruptor bertepuk tangan," kata Dimas. Revisi Undang-undang KPK, kata dia, disukai para koruptor. Sehingga dikhawatirkan gerakan pemberantasan korupsi mundur dan korupsi meraja lela


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.