Dinkes Kabupaten Banggai Adakan Pelatihan Antropometri

inas Kesehatan Kabupaten Banggai bekerja sama dengan Universitas Hasanudin Makasar melaksanakan Training of Trainer (TOT) antropometri di Hotel Swiss Bell Luwuk pada 20-22 September 2019.

INFO NASIONAL — Saat ini Kabupaten Banggai sebagaimana daerah lainnya di Indonesia sedang berperang melawan stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang. kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa jumlah balita stunting di Kabupaten Banggai mencapai 31,2 persen atau di atas angka rata-rata nasional (30,8 persen).

Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan, seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting mempengaruhi perkembangan otak, sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Anak stunting berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Bahkan, stunting dan berbagai bentuk masalah gizi diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya.

Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku. Standar dimaksud terdapat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan beberapa dokumen lainnya. Dari delapan indikator utama intervensi penurunan stunting terintegrasi, terdapat empat indikator yang ditentukan melalui pengukuran antropometri. Di antaranya prevalensi stunting pada anak batita dan balita, persentase bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), prevalensi balita kekurangan gizi (underweight) dan prevalensi balita wasting (kurus).

Antropometri adalah ilmu dalam pengukuran komposisi tubuh manusia dan bagian-bagiannya yang menggambarkan dimensi tubuh. Antropometri dapat dinyatakan sebagai satu studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia yang pada dasarnya memiliki bentuk, ukuran (tinggi, lebar, berat), dan lain-lain yang berbeda satu dengan yang lainnya. Antropometri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan-pertimbangan ergonomik dalam memerlukan interaksi manusia. Dalam antropometri, parameter pengukuran yang sangat sering digunakan adalah berat badan dan tinggi/panjang badang.

Untuk menghasilkan data pengukuran berat badan dan tinggi badan yang valid dan akurat, diperlukan ketrampilan khusus pada petugas pengukur. Hal tersebut menjadi dasar untuk monitoring dan evaluasi pertumbuhan anak serta penentuan besaran prevalensi stunting, BBLR, underweight dan wasting yang bisa dipertanggungjawabkan. Karena problem yang ada saat ini, data dari indikator-indikator di atas didapatkan dari data yang dikumpulkan oleh petugas/kader yang belum dapat diyakini keahliannya.

Untuk maksud tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai bekerja sama dengan Universitas Hasanudin Makasar melaksanakan Training of Trainer (TOT) antropometri untuk menghasilkan tenaga pengukur yang berkualitas dan memiliki Gold Standar (standar yang paling baik yang secara ideal memberikan 100 persen hasil yang benar).

Pelatihan yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banggai ini diselenggarakan selama tiga hari, 20-22 September 2019, di Hotel Swiss Bell Luwuk itu menghadirkan instruktur utama Abas Jauhari, pelatih senior yang telah banyak melahirkan modul-modul pengukuran pertumbuhan yang digunakan oleh Kementrian Kesehatan RI, yang didampingi  Lucy Widasari yang pernah menjadi pelatih utama Riskesdas 2018. Selain itu, hadir pula memberikan materi Purnawan Junadi (Guru Besar UI), Abdul Razak Thaha (Guru Besar Universitas Hasanuddin), dan  Junaedi Dahlan (Dosen Universitas Hasanuddin).

Peserta pelatihan adalah tenaga gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, tenaga pelaksana gizi puskesmas dan dosen, serta mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk. Para peserta tersebut menerima materi-materi tentang pengukuran antropometri sekaligus praktik pengukuran di lapangan. Output dari pelatihan ini didapatkan 10 pengukur pertumbuhan/antropometri Gold Standar. Tenaga ini selanjutnya melatih 20 Pembina Keluarga yang bertugas di desa-desa lokus dan nonlokus stunting di Kabupaten Banggai. Dengan terselenggaranya pelatihan TOT Antropometri ini, anak balita stunting di Kabupaten Banggai dapat terukur dengan baik dan valid dalam waktu yang tepat, sehingga dapat menghasilkan model perencanaan, monitoring, dan evaluasi yang bisa dipertanggungjawabkan. (*)






Guru TIK Batam Makin Melek Digital

29 hari lalu

Guru TIK Batam Makin Melek Digital

Kemenkominfo Menyelenggarakan Kelas Literasi Digital dalam Bimbingan Teknis untuk MeningkatkanKompetensi Guru TIK di Kota Batam


Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

27 Februari 2022

Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

Integrasi memudahkan aksesibilitas dan meningkatkan kenyamanan masyarakat menggunakan angkutan umum perkotaan di Palembang dan sekitarnya.


Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

27 Februari 2022

Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

Gus Muhaimin mengaku spirit perjuangan Kiai Abbas akan terus dikenang sepanjang masa.


Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

27 Februari 2022

Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

Kuota tersebut dimanfaatkan untuk nelayan lokal, bukan tujuan komersial (penelitian, diklat, serta kesenangan dan rekreasi), dan industri


BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

19 Februari 2022

BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

Kolaborasi diaspora dengan perbankan nasional merupakan upaya untuk terus menciptakan banyak peluang investasi di luar negeri.


Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

19 Februari 2022

Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

Heboh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang mendapatkan kado ulang tahun mesin ATM dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).


Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

19 Februari 2022

Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

Tes pramusim MotoGP yang telah digelar pada 11 Maret 2022 menjadi pelajaran penting menghadapi race MotoGP pada 18-20 Maret 2022 nanti.


Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

19 Februari 2022

Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

Kesuksesan penyelenggaraan G20 Indonesia akan menjadi bukti keandalan listrik PLN dalam mendukung kegiatan berstandar dunia.


HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

19 Februari 2022

HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

Sikap yang memaksakan tetap berlakunya Permenaker 2/2022 itu bisa menciderai nilai kemanusiaan dan keadilan dalam Pancasila.


Anggota DPR Imbau Pelibatan Pelaku UMK untuk Pengadaan Barang dan Jasa

13 Februari 2022

Anggota DPR Imbau Pelibatan Pelaku UMK untuk Pengadaan Barang dan Jasa

Caranya dengan terus mendorong pelaku UMK ini dapat masuk ke dalam ekosistem pengadaan barang/jasa yang dikembangkan LKPP melalui Katalog Elektronik.