Jokowi Terima Penasihat Hubungan Luar Negeri Presiden Cina

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 September 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 September 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kedatangan penasihat Hubungan Luar Negeri Presiden Cina Song Tao di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 20 September 2019. "Yang Mulia, selamat datang dan senang sekali pernah bertemu di 2016," kata Jokowi saat menyambut kedatangan Song Tao di ruang kerjanya.

    Song Tao juga menyampaikan kegembiraannya karena kembali bertemu Jokowi setelah tiga tahun lalu. Song Tao pernah mengunjungi Indonesia dan bertemu Jokowi pada April 2016 saat menjabat Menteri Hubungan Internasional Partai Komunis Cina.

    Dalam pertemuan kali ini, Song Tao menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Jokowi sebagai presiden untuk kedua kalinya. "Kami ingin sampaikan selamat setulus-tulusnya kepada Yang Mulia terpilih kembali presiden," kata Song Tao.

    Ia mengaku yakin dan berharap di bawah kepimpinan Jokowi, Indonesia akan mencapai kemajuan dan pembangunan yang baik. Sebab, dalam tiga tahun sejak kedatangannya terakhir, Song Tao melihat ekonomi Indonesia berkembang dengan bagus. Sosial masyarakat sangat stabil dan kehidupan rakyat semakin ditingkatkan. “Semua prestasi dan kemajuan dicapai oleh Indonesia berkat pimpinan Yang Mulia Pak Presiden," ujarnya.

    Song Tao juga mendengar bahwa jalan tol Trans Jawa sudah hampir mau rampung. Selain itu, masalah listrik juga mau diselesaikan. "Sebagai sahabat baik untuk Indonesia, saya benar-benar merasa sangat bahagia untuk Indonesia."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.