Imam Nahrawi Tersangka, PKB Tak Ajukan Pengganti Menpora

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2019-2024. FOTO/Facebook

    Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2019-2024. FOTO/Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid mengatakan partainya tak akan mengajukan pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk menggantikan Imam Nahrawi yang dijadikan tersangka oleh KPK.

    “Diserahkan sepenuhnya ke Presiden,” kata Hasan membalas pesan Tempo hari ini, Jumat, 20 September 2019.

    Satu hari setelah ditetapkan sebagai tersangka, Imam Nahrawi mengadakan konferensi pers di Gedung Kemenpora dan menyatakan mundur dari jabatan Menpora.

    "Saya menyerahkan surat pengunduran diri saya agar bisa berkonsentrasi menghadapi kasus saya di KPK," katanya, Kamis, 19 September 2019.

    KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus suap pengucuran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). KPK menduga selama periode 2014-2018 Imam melalui asistennya, Miftahul Ulum, telah menerima Rp 14,7 miliar.

    Imam Nahrawi juga diduga menerima Rp 11,8 miliar selama 2016-2018. Sehingga total uang yang telah diterima Imam diduga sebanyak Rp 26,5 miliar.

    Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan sebagian uang itu diterima sebagai fee (imbalan) atas pencairan dana hibah KONI dari Kemenpora Tahun Anggaran 2018.

    Adapun sebagian lagi diterima Imam Nahrawi sebagai Ketua Dewan Pengarah Satuan Pelaksana Tugas Program Indonesia Emas dan terkait jabatannya yang lain di Kemenpora.

    "Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dan kepentingan lainnya," kata Alex.

    FIKRI ARIGI | IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.