Setelah Revisi UU KPK, Laode Syarif: Karyawan KPK Muram

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan Mahasiswa menggelar aksi menolak RUU KUHP dan UU KPK yang baru di deoan gerbang pintu gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis, 19 September 2019. Dalam aksi tersebut mereka menolak RKUHP dan UU KPK yang baru disahkan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ratusan Mahasiswa menggelar aksi menolak RUU KUHP dan UU KPK yang baru di deoan gerbang pintu gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis, 19 September 2019. Dalam aksi tersebut mereka menolak RKUHP dan UU KPK yang baru disahkan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Laode Syarif mengatakan banyak karyawan lembaga antikorupsi ini yang kecewa setelah pengesahan revisi UU KPK.

    "Karyawan KPK agak gloomy dan banyak yang menangis. Karena tiba-tiba rumahnya berubah secara fundamental tanpa menanyakan kepada kami yang disini," kata Laode di Gedung Merah Putih Kamis, 19 September 2019.

    Laode menegaskan, komisioner dan staf KPK beranggapan seluruh proses UU KPK berlangsung janggal. Dia menyebut KPK sudah diobrak-abrik dalam waktu dua minggu, tanpa adanya konsultasi publik.

    Untuk itu Laode masih beharap, pihaknya dapat berpegang pada janji-janji Presiden Joko Widodo selama ini. Dia masih mengharapkan kearifan Presiden dan para petinggi negara untuk melihat kembali pasal-pasal di UU KPK. "Agar terjadi kepastian hukum dan tujuan memperkuat itu bisa tercapai," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.