Polda Sumatera Selatan Tahan 23 Tersangka Terduga Karhutla

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kondisi hutan dan lahan yang terbakar di Desa Tuah Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Rabu, 18 September 2019. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini menyebabkan sejumlah daerah di Sumatera terpapar kabut asap. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Foto udara kondisi hutan dan lahan yang terbakar di Desa Tuah Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Rabu, 18 September 2019. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini menyebabkan sejumlah daerah di Sumatera terpapar kabut asap. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Palembang - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menahan 23 tersangka pembakar hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.

    Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Brigadir Jenderal Rudi Setiawan polisi juga sedang mendalami keterlibatan salah satu perusahaan perkebunan sawit di wilayah Lalan, Musi Banyuasin. “Yang korporasi, kami sedang minta keterangan saski ahli kemudian baru kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Rudi, Kamis, 19 September 2019.

    Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang mengalami bencana kebakaran dan lahan akibat ulah manusia. Selain Sumsel, Jambi, dan beberapa kabupaten dan kota di Kalimantan juga mengalami hal yang sama.

    Khusus kejadian di Sumsel, Rudi mengatakan sebagian besar para tersangka membakar lahan dalam rangka land clearing atau pembersihan lahan sebelum memulai tanam. Para tersangka mengaku selain lebih murah, membakar lahan juga diyakini akan menyuburkan tanah akibat adanya abu sisa terbakar. 

    Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Supriadi mengatakan terduga pelaku pembakaran hutan dan lahan diluar individu adalah petinggi di PT BHL, yang berlokasi di Lalan, Musi Banyuasin.

    BHL merupakan sebuah perusahaan perkebunan di kawasan hutan produksi. Kawasan tersebut mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga Polisi turun tangan melakukan penyidikan. “Dari perusahaan sudah ada satu orang yang kita minta keterangan yaitu dari PT BHL Muba,” kata Supriadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.