Sudah Satu Bulan Pekanbaru Dibekap Kabut Asap

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu rumah ibadah di Kota Pekanbaru dengan latar belakang kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Rabu, 18 September 2019.  Lahan gambut di Rimbo Panjang kembali terbakar besar karena cuaca panas dan tiupan angin. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Salah satu rumah ibadah di Kota Pekanbaru dengan latar belakang kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Rabu, 18 September 2019. Lahan gambut di Rimbo Panjang kembali terbakar besar karena cuaca panas dan tiupan angin. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah sebulan berlalu Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, terus diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Pada pagi ini asap pekat menurunkan jarak pandang di kota ini hingga tinggal 700 meter.

    Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Kamis 19 September 2019, jarak pandang di sejumlah daerah lainnya juga memburuk pada pagi ini.
    Di Kabupaten Pelalawan jarak pandang hanya 400 meter, Kota Rengat 500 meter, sedangkan di Kota Dumai lebih baik jarak pandangnya mencapai 1,2 kilometer.

    Satelit Terra dan Aqua pada pukul 06.00 WIB mendeteksi ada 612 titik panas di Sumatera, yang jadi indikasi awal karhutla. Lokasi paling banyak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ada 202 titik, Jambi 166 titik, dan Riau 141 titik panas. Daerah lainnya ada di Lampung dengan 33 titik, Sumatera Barat 22 titik, Kepri 4 titik, Sumatera Utara dan Bengkulu masing-masing satu titik.

    Khusus di Riau, dari 141 titik panas yang terdeteksi, lokasi paling banyak di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebanyak 45 titik, Indragiri Hulu (Inhu) 34 titik, Pelalawan 28 titik, Kampar 12 titik, Rokan Hilir 11 titik, Kuansing 6 titik, Rokan Hulu 3 titik, dan Bengkalis dua titik.

    Dari jumlah tersebut ada 94 dipastikan titik panas. Asap yang menyelimuti Pekanbaru berasal dari karhutla di Riau sendiri dan juga kiriman dari Sumsel dan Jambi karena angin berembus dari arah tenggara hingga selatan ke utara.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Nazir, mengatakan jumlah kasus kunjungan pasien yang terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Riau cukup tinggi. Pada 17 September saja ada 2.450 kasus. Selama periode tanggal 1 hingga 17 September tercatat ada 24.589 kasus ISPA di Riau.

    Ia mengatakan dinas kesehatan dengan dukungan Kementerian Kesehatan RI terus berupaya memberikan sosialisasi bahaya kabut asap karhutla dan memperbanyak rumah singgah (safe house) untuk warga. Jumlah safe house ditambah dari 14 menjadi 19 lokasi di Pekanbaru.

    “Rumah singgah kini ada 19 lokasi,” katanya.

    Fasilitas safe house dilengkapi tenaga medis dan pengobatan dilengkapi tabung oksigen untuk warga yang jadi korban terpapar asap karhutla.

    Penambahan rumah singgah ada di Asrama Haji Riau Jln Mekarsari (Samping DPRD Riau-Rs Awal Bross) Pekanbaru, aula Dinas Perikanan Jl Pattimura,Gedung Wanita Jl. Diponegoro, dan Gedung DPRD Riau Jl Jenderal Sudirman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.