Menaker: Pemerintah Siapkan Perlindungan Skill dan Jaminan Sosial untuk Pekerja

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, dalam diskusi acara Ulang Tahun ke -15 Prakarsa yang bertemakan “15 Years of Welfare Initiative: Advancing Sustainable Missions” di Jakarta, Selasa, 17 September 2019.

    Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, dalam diskusi acara Ulang Tahun ke -15 Prakarsa yang bertemakan “15 Years of Welfare Initiative: Advancing Sustainable Missions” di Jakarta, Selasa, 17 September 2019.

    INFO NASIONAL — Dalam menghadapi tantangan disrupsi ekonomi dan transformasi industri yang masif saat ini, pemerintah terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan memastikan terlindunginya jaminan sosial bagi pekerja.

    Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, menyampaikan peningkatan skill dan perlindungan sosial menjadi sangat penting karena tantangan sektor ketenagakerjaan ke depan masih besar. “Selain jaminan perlindungan sosial, perlindungan terbaik bagi masyarakat adalah perlindungan skill. Masyarakat harus memiliki keterampilan yang mudah berubah dan beradaptasi sesuai perkembangan zaman,” kata Hanif.

    Hanif mengatakan tantangan yang dihadapi Indonesia adalah masih terbatasnya pekerja yang memiliki skill berkualitas dengan jumlah banyak dan tersebar secara merata. Untuk mewujudkannya, pemerintah terus membenahi dua aspek penting, yakni soal ekosistem ketenagakerjaan dan jaminan sosial bagi pekerja.

    Terkait ekosistem ketenagakerjaan, Hanif mengatakan saat ini ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia masih kaku. Salah satunya aturan dalam bekerja yang masih kaku, dan berdampak pada terhambatnya produktivitas bagi pekerjanya itu sendiri.

    “Maka dari itu saya ingin menegaskan perlunya mentransformasikan ekosistem yang kaku tadi menjadi lebih fleksibel atau flexibility labour market,” ujar Hanif.

    Terkait soal jaminan perlindungan sosial, Hanif menyampaikan setelah ekosistem ketenagakerjaan ditansformasikan lebih fleksibel, maka perlindungan sosial diperkuat. Ke depan, para pekerja harus bisa merasakan suatu live long learning, yakni suatu kondisi di mana seseorang bisa belajar terus menerus, meningkatkan skill-nya terus-menerus, beradaptasi skill-nya terus menerus, dan bisa bekerja secara terus-menerus dengan dinaungi perlindungan sosial.

    “Jadi, di sini pentingnya menyeimbangkan keduanya agar selaras dengan tujuan yang sama-sama kita harapkan,” kata Hanif. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.