Setelah Bertemu Wali Kota Surakarta, Gibran: Solo Butuh Anak Muda

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak sulung dan bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep membawa pisang yang dibeli dari Pasar Gede Solo, Ahad, 9 Juni 2019. Jokowi bersama keluarganya berbelanja di Pasar Gede Hardjonagoro Solo. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Anak sulung dan bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep membawa pisang yang dibeli dari Pasar Gede Solo, Ahad, 9 Juni 2019. Jokowi bersama keluarganya berbelanja di Pasar Gede Hardjonagoro Solo. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming menemui Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Rabu 18 September 2019. Putra Sulung Jokowi ini mengaku pertemuan itu hanya silaturahmi biasa.

    "Kami bicara tentang perkembangan Kota Solo," kata ayah dari Jan Ethes Srinarendra ini usai pertemuan empat mata itu. Menurutnya, Solo merupakan sebuah kota kecil namun cukup dinamis. "Tadi kami bertukar pikiran," katanya.

    Suami Selvi Ananda ini juga mengapresiasi kinerja Rudyatmo selama memimpin Kota Solo. "Yang beliau lakukan sudah membuat Solo semakin maju," katanya. Rudyatmo juga disebutnya memiliki perhatian yang cukup besar kepada dunia usaha.

    Selain itu, dalam pertemuan tertutup itu pengusaha katering ini juga memberikan masukan kepada Rudyatmo. "Kota Solo butuh sentuhan kaum muda," katanya. Menurutnya, kreativitas anak muda terutama di bidang teknologi dan sosial media sangat dibutuhkan oleh Kota Solo.

    Hanya saja, ia mengaku tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan itu. Beberapa waktu terakhir, pemilik katering Chilli Pari itu banyak disebut-sebut memiliki peluang untuk maju dalam kontestasi bursa walu kota pada 2020 mendatang.

    Sedangkan Rudyatmo berbicara lain. Menurutnya, ada pembicaraan mengenai bursa wali kota dalam pertemuan itu. "Tadi (Gibran) juga bertanya soal pendaftaran," kata Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo itu.

    Rudyatmo pun memberikan sedikit penjelasan mengenai mekanisme pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota di partainya. Gibran yang berdiri di samping Rudyatmo saat wawancara tersebut hanya tersenyum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.