Pansus DPR Kaji Plus Minus Pemindahan Ibu Kota

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah pejabat terkait melihat peta kawasan hutan Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu, 8 Mei 2019. Sebelumnya Jokowi mengakui, Gubernur Kalimantan Tengah telah memaparkan kepada dirinya terkait kesiapan Kalteng jika dipilih sebagai lokasi ibu kota yang baru.  ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah pejabat terkait melihat peta kawasan hutan Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu, 8 Mei 2019. Sebelumnya Jokowi mengakui, Gubernur Kalimantan Tengah telah memaparkan kepada dirinya terkait kesiapan Kalteng jika dipilih sebagai lokasi ibu kota yang baru. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia khusus atau Pansus pemindahan ibu kota yang baru dibentuk dua hari lalu mulai bekerja memetakan pokok-pokok kajian dan pihak yang akan dilibatkan membicarakan rencana pemindahan ke Kalimantan Timur.

    Ketua Pansus Pemindahan, Zainudin Amali mengatakan, ada tiga hal pokok yang dibahas. Pertama, membahas sumber pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur di lokasi ibu kota yang baru.

    Kedua, membahas lokasi ibu kota dan dampak yang ditimbulkan ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari aspek lingkungan hidup hingga aspek sosialnya. "Pokok ketiga adalah mengenai aparatur dan regulasi," ujar Amali di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 18 September 2019.

    Amali mengatakan, hasil pembahasan Pansus nanti akan berupa rekomendasi ke pemerintah terkait baik buruknya memindahkan pusat pemerintahan. Rekomendasi ini akan berupa data-data kajian kuantitatif maupun kualitatif, guna menjamin rekomendasi yang dikeluarkan bersifat objektif.

    "Rekomendasi tidak boleh berdasarkan kepada pikiran-pikiran suka atau tidak suka atau subyektifitas, karena masing-masing fraksi yang ada di dalam pansus ini terwakili, sehingga kajiannya menjadi objektif," ujar Amali.

    Amali menargetkan Pansus Pemindahan Ibu Kota bisa selesai dalam waktu singkat, yakni diselesaikan oleh DPR RI periode 2014-2019 yang akan berakhir pada bulan ini. Kata Amali, Pansus ini hanyalah membahas soal kajiannya saja, bukan membuat rancangan undang-undang sehingga optimistis bisa kelar dalam waktu singkat.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.