Wagub Uu Minta Pemerintah Beri Peluang Kepada Guru Honorer

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri syukuran Hari Jadi Forum Honorer Daerah di Masjid As Sidiq Kompleks Pemda KBB, Senin, 16 September 2019.

    Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri syukuran Hari Jadi Forum Honorer Daerah di Masjid As Sidiq Kompleks Pemda KBB, Senin, 16 September 2019.

    INFO JABAR — Meski moratorium pengangkatan Calon PNS (CPNS) belum dibuka, Pemerintah Pusat diminta dapat memberi peluang kepada guru honorer untuk diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sesuai prosedur.

    “Di Kabupaten Bandung Barat (KBB) misalnya. Saat ini, terdapat 2.000 guru honorer SD dan SMP yang mengharapkan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS),” ujar Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum, saat menghadiri syukuran Hari Jadi Forum Honorer Daerah di Masjid As Sidiq Kompleks Pemda KBB, Senin, 16 September 2019.

    "Saya berharap Pak Presiden untuk segera memberikan peluang, penghormatan, dan penghargaan kepada guru honorer. Minimal mereka bisa jadi PPPK," kata Uu.

    "Tapi, anggarannya jangan dibebankan kepada kami (pemerintah daerah) karena tidak akan cukup. Kalau bisa dari APBN atau diangkat saja jadi PNS," ucap Uu di hadapan para guru honorer.

    Adapun di antara guru honorer yang ada di KBB, terdapat beberapa guru yang sudah mengabdi puluhan tahun, tetapi belum diangkat. Uu meminta yang lama mengabdi lebih diprioritaskan. "Kalau yang sudah mengabdi lama agar diprioritaskan, jangan sampai mereka kalah sama yang baru daftar dan kemudian lulus jadi PNS," ucap Uu.

    Kepada para guru honorer, Uu pun meminta agar mereka tetap melaksanakan tugas dengan istikamah dan ikhlas. Pemerintah daerah, tidak akan tinggal diam dan berupaya  memperjuangkan serta memperhatikan kesejahteraan para guru honorer.

    "Saya berharap para honorer pada umumnya, sekalipun belum diangkat jadi PNS tetap bekerja melaksanakan tugas sebagai abdi negara karena kalau mereka mogok (kerja), saya kira pendidikan akan tersendat," ucap Uu.

    Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Uu juga hadir dalam Acara Wisuda Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Program Pascasarjana, Sarjana, Diploma IV dan Diploma III Tahun 2019. Kepada para lulusan tersebut Uu berpesan agar lulusan STP Bandung menjadi pendorong lokomotif pembangunan pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Barat.

    "Mudah-mudahan SDM (Sumber Daya Manusia) hebat yang dimiliki STP mampu menjadikan Jabar sebagai provinsi pariwisata," kata Uu. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.