Pengamat: Pimpinan KPK Harus Pulihkan Kepercayaan Publik

Reporter

Editor

Purwanto

Sejumlah anggota Komisi III DPR RI melakukan hitung suara saat pemilihan Calon Pimpinan (Capim) KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat dini hari, 13 September 2019. Dari proses voting, Firli Bahuri memperoleh suara terbanyak sebesar 56 suara. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan KPK yang baru harus mampu memulihkan kepercayaan publik di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap adanya upaya pelemahan lembaga anti rasuah itu.

"Setelah pemilihan pimpinan KPK, publik tentu sangat berharap sepak terjang pimpinan KPK baru yang lebih baik dari masa sebelumnya," kata pengamat politik Nation-state Institute Indonesia (NSI Indonesia) Yandi Hermawandi di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pimpinan KPK yang baru memiliki beban berat ke depan karena dipilih di tengah suasana adanya kekhawatiran publik terhadap pelemahan lembaga itu.

Alasannya, pertama,  pemilihan pimpinan baru KPK ini bersamaan dengan revisi UU KPK dari DPR dan pemerintah yang ditengarai akan melemahkan KPK di masa mendatang.

Kedua, pimpinan KPK yang baru tersebut merupakan hasil pilihan DPR yang sebentar lagi akan habis masa jabatannya. Sementara DPR dinilai sejumlah survei memiliki tingkat kepercayaan publik yang rendah.

Meskipun demikian, menurut dia, mekanisme pemilihan pimpinan KPK yang baru sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

"Artinya, pimpinan KPK baru ini sudah legitimate," katanya.

Sebelumnya, Komisi III DPR RI pada Jumat (13/9) dini hari melakukan pemilihan lima pimpinan KPK periode 2019-2023. Hasilnya Nawawi Pamolango (50 suara), Lili Pintauli Siregar (44 suara), Nurul Ghufron (51 suara), Alexander Marwata (53 suara) dan Firli Bahuri (56 suara).

Komisi III DPR juga langsung mengadakan rapat antarpimpinan kelompok fraksi dan memilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023.

Pimpinan DPR juga mengagendakan Rapat Paripurna pada Senin (16/9) dengan salah satu agendanya adalah menyetujui lima Calon Pimpinan (Capim) KPK yang telah dipilih Komisi III DPR.






3 Fakta tentang Johanis Tanak Pimpinan Baru KPK

2 jam lalu

3 Fakta tentang Johanis Tanak Pimpinan Baru KPK

Komisi III DPR menyetujui Johanis Tanak untuk menggantikan Lili Pintauli Siregar sebagai Wakil Ketua KPK


Johanis Tanak Jadi Pimpinan KPK, Impunitas Terhadap Koruptor Dikhawatirkan Semakin Menjadi

5 jam lalu

Johanis Tanak Jadi Pimpinan KPK, Impunitas Terhadap Koruptor Dikhawatirkan Semakin Menjadi

Terpilihnya Johanis Tanak sebagai penggati Lili Pintauli Siregar dikhawatirkan membuat impunitas terhadap koruptor semakin menjadi.


Anggota Komisi III DPR Ungkap Dua Opsi Cara Tentukan Pengganti Lili Pintauli

8 hari lalu

Anggota Komisi III DPR Ungkap Dua Opsi Cara Tentukan Pengganti Lili Pintauli

Ada kemungkinan Komisi III menggunakan uji kelayakan dan kepatutan pengganti Lili Pintauli.


DPR Gelar Rapim Bahas Surat Jokowi soal Pengganti Lili Pintauli Pekan Depan

8 hari lalu

DPR Gelar Rapim Bahas Surat Jokowi soal Pengganti Lili Pintauli Pekan Depan

Beredar kabar mantan jaksa, Johanis Tanak, dan auditor Badan Pemeriksa Keuangan I Nyoman Wara disusulkan Jokowi jadi pengganti Lili Pintauli.


Pengganti Lili Pintauli Bakal Diambil dari Lima Calon Pimpinan KPK yang Tak Terpilih

11 Juli 2022

Pengganti Lili Pintauli Bakal Diambil dari Lima Calon Pimpinan KPK yang Tak Terpilih

Lili Pintauli mundur sebagai Wakil Ketua KPK menjelang sidang etik kepadanya digelar. Terlilit kasus gratifikasi tiket nonton MotoGP Mandalika.


Lili Pintauli Ajukan Pengunduran Diri dari KPK Sejak 30 Juni 2022

11 Juli 2022

Lili Pintauli Ajukan Pengunduran Diri dari KPK Sejak 30 Juni 2022

Tumpak menyatakan sidang kode etik gugur karena Lili Pintauli bukan lagi insan KPK, terhitung sejak Kepres Jokowi terbit.


Alasan Dewas Hentikan Sidang Etik Lili Pintauli: Bukan Lagi Insan KPK

11 Juli 2022

Alasan Dewas Hentikan Sidang Etik Lili Pintauli: Bukan Lagi Insan KPK

Lili Pintauli hari ini menyerahkan Surat Keputusan Presiden Nomor 71/P/2022 tertanggal 11 Juli beserta surat pengunduran dirinya.


Breaking News: Jokowi Setujui Pengunduran Diri Lili Pintauli, Dewas KPK Batalkan Sidang Etik

11 Juli 2022

Breaking News: Jokowi Setujui Pengunduran Diri Lili Pintauli, Dewas KPK Batalkan Sidang Etik

Tumpak menyatakan Lili Pintauli bukan lagi insan KPK, sehingga sidang kode etik tidak dapat dilakukan kepadanya.


IM57+ Minta Lili Pintauli Dinonaktifkan Sementara Selama Jalani Sidang Etik

11 Juli 2022

IM57+ Minta Lili Pintauli Dinonaktifkan Sementara Selama Jalani Sidang Etik

Sebagai pimpinan KPK, Lili Pintauli akan memutuskan naik atau tidaknya ekspose perkara gratifikasi. Padahal dia sendiri kena kasus gratifikasi.


Sidang Lili Pintauli Diskors, Dilanjutkan Pukul 12.00 dan Terbuka untuk Umum

11 Juli 2022

Sidang Lili Pintauli Diskors, Dilanjutkan Pukul 12.00 dan Terbuka untuk Umum

Lili Pintauli menjalani sidang kode etik hari ini atas dugaan menerima gratifikasi tiket MotoGP Mandalika.