Gempa Halmahera Selatan Berulang, BMKG Ungkapkan Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak korban gempa berada di tempat pengungsian di Desa Balitata Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis, 18 Juli 2019. Sebanyak 1.104 orang mengungsi dan dua orang lainnya meninggal dunia akibat gempa bumi 7,2 SR. ANTARA

    Sejumlah anak korban gempa berada di tempat pengungsian di Desa Balitata Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis, 18 Juli 2019. Sebanyak 1.104 orang mengungsi dan dua orang lainnya meninggal dunia akibat gempa bumi 7,2 SR. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Gempa Halmahera Selatan terjadi dini hari tadi, Ahad, 15 September 2019, sekitar pukul 01.21.33 WIT. Gempa tektonik tersebut bermagnitudo 6,0. 

    “Gempa dipastikan dipicu oleh aktivitas sesar aktif,” kata Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, hari ini lewat keterangan tertulisnya.

    Gempa Halmahera Selatan berkedalaman dangkal, yaitu 41 kilometer. Pusat sumber terletak di laut pada koordinat 0.92 LS dan 128.57 BT. Namun tidak menimbulkan tsunami.

    “Berjarak 123 kilometer arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan."

    Guncangan gempa terasa kuat di Halmahera Selatan, khususnya Kecamatan Gane Barat Utara, Gane Luar, Gane Timur Selatan, dan Kukupang dengan skala hingga V MMI.

    Skala itu artinya getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, serta bandul lonceng takk berhenti.

    Adapun di Labuha, Maba, Kecamatan Bacan Timur Tengah, dan Weda guncangan mencapai III MMI. Getaran gempa Halmahera Selatan dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk yang berlalu.

    BMKG belum mendapatkan laporan kerusakan bangunan akibat gempa Halmahera Selatan. Sedangkan gempa susulan sampai pukul 11.00 WIT sudah terjadi tiga kali yang salah satunya magnitudo M=4,1 yakni pada 01.37 WIT.

    Menurut Daryono, lindu tersebut berbeda dengan gempa kuat sebelumnya. Pada 14 Juli 2019 Halmahera Selatan diguncang gempa berkekuatan hingga magnitude 7,2.

    Saat itu, berdasarkan catatan BMKG, menghasilkan 177 gempa susulan. Akibatnya, merusak 971 rumah dan menewaskan empat orang serta melukai 51 orang. Kemudian 3.104 orang harus mengungsi dari tempat tinggalnya.

    “Gempa tadi mekanismenya sesar naik (thrust fault) sementara gempa pada 14 Juli 2019 mekanismenya sesar mendatar."

    BMKG menduga gempa Halmahera Selatan terbaru tidak dipicu oleh Sesar Sorong-Bacan. “Sesarnya belum diketahui,” ujar Daryono.

    Kondisi tersebut, Daryono berpendapat, menggambarkan kompleksitas tektonik di wilayah Halmahera Selatan. Dugaan lainnya, kaitan gempa 14 Juli dengan 15 September ini yang lokasinya relatif dekat yaitu sekitar 67 kilometer.

    Daryono mengatakan sepertinya gempa Halmahera Selatan bermagnitudo 7,2 sebelumnya telah menimbulkan perubahan tegangan (stres) hingga menyebabkan terjadi gempa pada Ahad pagi tadi.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.