Riau Berselimut Kabut Asap, Guru Maryati Baca Puisi Halau Jerebu

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kapal terparkir di pelabuhan rakyat sungai Siak ketika kabut asap pekat dampak dari kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat, 13 September 2019. Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap pekat yang mengakibatkan jarak pandang menurun drastis di Kota tersebut. ANTARA

    Sejumlah kapal terparkir di pelabuhan rakyat sungai Siak ketika kabut asap pekat dampak dari kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat, 13 September 2019. Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap pekat yang mengakibatkan jarak pandang menurun drastis di Kota tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Maryati mengungkapkan keprihatinan mendalam karena Riau diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, para guru melalui puisi berjudul Halau Jerebu. Jerebu dalam bahasa Melayu berarti debu, asap, atau partikel-partikel kecil yang mencemari udara sehingga langit menjadi kabur.

    Para guru prihatin lantaran pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau menyebabkan kegiatan belajar di sekolah dihentikan hingga kini. “Puisi ini diharapkan dapat menggugah para pejabat daerah dan pusat agar menggunakan kewenangannya untuk menyelesaikan bencana asap ini,” kata Maryati dalam siaran tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sabtu, 14 September 2019.

    Prihatin dengan kabut asap, Maryati membacakan puisi Halau Jerebu di hadapan peserta rakor yang dihadiri Gubernur Riau, Panglima TNI, Asops Kapolri, Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pangdam Bukit Barisan, Kepala Pusat Meteo Publik BMKG, Satgas Karhutla Riau, bupati dan walikota seluruh Riau, tokoh masyarakat, perwakilan Lembaga Adat Riau, perwakilan perguruan tinggi dan sekolah, serta media massa.

    Berikut puisi Halau Jerebu:

    Empat koma lima juta daratan habis kau rayu.
    Muncul perkebunanan dan HTI di tanah melayu.
    Kau bangun kanal untuk mengelabuhiku.
    Lebih tiga meter kedalaman gambut kau buat abu-abu.
    Kanal kering kau bakar jadi abu.

    Di tanah melayu muncul jerebu-jerebu.
    Dua puluh dua tahun udah kotaku kau ganggu.
    Membuat asa dan hatiku pilu.
    Hilangkan musibah jerebu agar negeriku tampak ayu.

    Buang jauh dariku satu koma delapan juta hektar sawit tak bermutu.
    Perkebunan dikubah gambut ubahlah fungsi menjadi hutanku.
    Hilangkan dosamu usir jerebu itu.
    Inilah langkahmu majulah jangan ragu.
    Jauh jauh jerebu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.