Antasari Azhar Sebut Langkah Pimpinan KPK Tak Dewasa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Agus Rahardjo (tengah), bersama dua wakil ketua KPK, Saut Situmorang (kiri) dan  Laode M. Syarief (kanan) memberikan keterangan terkait penyerahan mandat pimpinan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat malam, 13 September 2019. Penyerahan mandat ini terkait dinamika pembahasan revisi Undang - Undang KPK yang telah disepakati oleh pemerintah dan DPR. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK, Agus Rahardjo (tengah), bersama dua wakil ketua KPK, Saut Situmorang (kiri) dan Laode M. Syarief (kanan) memberikan keterangan terkait penyerahan mandat pimpinan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat malam, 13 September 2019. Penyerahan mandat ini terkait dinamika pembahasan revisi Undang - Undang KPK yang telah disepakati oleh pemerintah dan DPR. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menyesalkan langkah pimpinan KPK yang mengembalikan mandat kepada presiden. Dia menyebut langkah itu sebagai sikap yang tidak dewasa.

    Menurut Antasari, dia sangat kecewa saat mendengar kabar mengenai sikap yang diambil oleh Agus Rahardjo dan kawan-kawan itu. "Itu tindakan yang tidak dewasa," katanya saat ditemui di Solo, Sabtu 14 September 2019.

    Dia menyebut bahwa pimpinan KPK memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga Lembaga Antirasuah itu. "Baik secara kelembagaan maupun personal," katanya.

    Tanggung jawab tersebut merupakan konsekuensi dari keikutsertaan mereka dalam seleksi empat tahun lalu.

    Penyerahan mandat tersebut menurutnya akan membuat beban pikiran dan pekerjaan presiden menjadi bertambah. "Presiden sudah sangat sibuk mengurusi negara dan pemerintahan," katanya.

    Padahal, pimpinan dan komisoner KPK telah mendapat kepercayaan dalam menjalankan tugas memberantas korupsi di Indonesia. Antasari menyebut langkah Agus Rahardjo sebagai upaya lepas tangan. "Itu lepas tangan, saya tidak suka," kata Antasari Azhar.

    Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo dan pimpinan KPK lainnya menyerahkan tanggung jawab pengelolaan lembaganya kepada Presiden Jokowi. Langkah ini diambil karena ia merasa lembaganya bakal dilemahkan lewat revisi UU KPK.

    Terlebih, Agus mengatakan tak pernah dilibatkan dalam revisi tersebut. Hingga sekarang, KPK belum menerima draf RUU dari DPR maupun pemerintah.

    "Kami tidak tahu isi undang-undang tersebut, maka kami selaku pimpinan, dengan berat hati menyerahkan tanggung jawab kepada Bapak Presiden," ujar dia di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 13 September 2019. "KPK rasanya seperti dikepung dari berbagai sisi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.