Wiranto Memuji Jokowi: Tidak Terlelap dalam Zona Nyaman

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar konferensi pers terkait situasi Papua di Kantor Presiden, Jakarta, 30 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar konferensi pers terkait situasi Papua di Kantor Presiden, Jakarta, 30 Agustus 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebut Presiden Joko Widodo sebagai sosok "change leader", yakni pemimpin perubahan, dari pengalamannya mengawal pemerintahan empat presiden.

    "Pak Jokowi itu kategori 'change leader' menurut saya. Menurut banyak orang juga seperti itu. Karena saya mengawal empat presiden," katanya, di Jakarta, Jumat.

    Hal itu disampaikannya di sela pembekalan peserta PPRA LIX dan PPSA XXII Tahun 2019 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

    Zaman Presiden Soeharto, Wiranto dipercaya menjadi Menteri Pertahanan/Panglima ABRI, kemudian ketika Presiden Habibie juga masih memercayainya dengan jabatan sama.

    Pada tahun 2000 saat Presiden Abdurrahman Wahid, Wiranto menjadi Menko Polhukam, dan oleh Presiden Jokowi kembali diserahi tugas sebagai Menko Polhukam.

    "Tidak ada pejabat yang 16 tahun enggak naik pangkat, naik jabatan. Yang naik problemnya, permasalahannya," kelakarnya, disambut tawa hadirin.

    Menurut Wiranto, Jokowi memenuhi persyaratan sebagai "change leader", antara lain berani mengambil keputusan secara cepat, mampu menyerap aspirasi, dan terobosan baru.

    "Tidak terlelap dari 'comfort zone', tetapi berani mengambil risiko, sebagai penerobos. Walaupun resikonya sangat berat untuk popularitas, tetapi beliau lakukan itu," katanya.

    Berbagai kebijakan yang dilakukan Jokowi, kata Wiranto, antara lain upaya memangkas regulasi, memangkas prosedur birokrasi, terutama untuk mempermudah investasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.