Jadi Anggota DPR, Johan Budi Mundur dari Jubir Presiden

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR baru Johan Budi mengikuti Presiden Pembukaan Orientasi dan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024 di Jakarta, Senin 26 Agustus 2019. TEMPO/Subekti.

    Anggota DPR baru Johan Budi mengikuti Presiden Pembukaan Orientasi dan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024 di Jakarta, Senin 26 Agustus 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo menyatakan mundur dari jabatannya. Hal ini lantaran dia telah berstatus menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terpilih periode 2019-2024.

    "Dengan ditetapkanya saya sebagai anggota DPR periode 2019-2024 maka berakhir pula tugas saya sebagai Staf Khusus Presiden," kata Johan lewat pesan singkat, Jumat, 13 September 2019.

    Ia pun mengajak semua pihak terus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga lima tahun ke depan. "Mari kita dukung dan support penuh kepemimpinan bapak Presiden Jokowi dalam melaksanakan tugas ke depan," kata dia.

    Mantan wartawan Tempo itu berujar, Senin pekan depan ia akan mengurus proses pengunduran dirinya dan bertemu Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

    "Masih ke istana. Balikin barang-barang inventaris, PIN, ID Card sama menghadap ke Seskab," ujar pria yang pernah menjadi Juru bicara KPK itu.

    Johan juga meminta maaf pula kepada awak media jika selama bertugas menjadi juru bicara Presiden Jokowi banyak melakukan kesalahan. "Mohon maaf jika selama saya bertugas sebagai staf khusus presiden ada salah kata dan tindakan. Sekaligus ucapan terima kasih atas kerjasamanya selama ini," ucapnya.

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Johan sebagai caleg DPR RI terpilih periode 2019-2024. Bertarung di daerah pemilihan Jawa Timur VII, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini berhasil meraup suara sah 76.395.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.