Mahasiswa Bali Pesimistis Kondisi KPK di Bawah Firli Bahuri

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa & Masyarakat Bali Anti Korupsi (AMMBAK) meneriakkan yel-yel dalam unjuk rasa menolak Revisi UU KPK di Denpasar, Bali, Kamis 12 September 2019. Aksi tersebut menuntut Presiden Joko Widodo dan DPR RI untuk menghentikan pembahasan Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang telah bergulir di DPR. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

TEMPO.CO, Bali - Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Bali Anti Korupsi atau Ammbak pesimistis dengan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah Inspektur Jenderal Firli Bahuri terpilih menjadi ketua lembaga antikorupsi itu.

“Latar belakang Firli diduga cacat ketika menjadi Direktur Penyidikan KPK,” kata koordinator Ammbak, Javents Lumbatobing, Jumat, 13 September 2019.
 
Presiden BEM Universitas Udayana ini juga menilai DPR tidak memperhatikan aspirasi masyarakat ketika memilih ketua lembaga antikorupsi ini. Javents mengatakan banyak masyarakat yang sudah bersuara menolak pimpinan KPK bermasalah. “Ruang aspirasi tidak ada. Seperti orde baru saja,” ujarnya.
 
Nama Firli Bahuri sejak awal pemilihan calon pimpinan KPK sarat dengan kontroversi. Hanya sehari menjelang pemilihan Ketua KPK di DPR, dari Gedung KPK, perlawanan terhadap Firli menguat.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menggelar konferensi pers tentang pelanggaran etik berat yang dilakukan Firli Bahuri saat menjadi Deputi Penindakan di KPK.

Menurut dia, Kepala Polda Sumatera Selatan itu tercatat melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak yang terseret perkara korupsi di KPK.

"Hasil pemeriksaan pengawas internal adalah terdapat dugaan pelanggaran berat," kata Saut Situmorang di kantornya, Jakarta, Rabu, 11 September 2019. Saut pun memilih mengundurkan diri dari KPK setelah DPR memilih pimpinan KPK yang baru. Firli bolak-balik membantah.

Javents mengatakan serangan juga datang ketika DPR menggodok rencana perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (revisi UU KPK) yang bakal melemahkan lembaga antikorupsi ini.
 
Selain itu, Ammbak bersama aliansi masyarakat lainnya berencana akan menggelar aksi secara nasional untuk menunjukkan kepedulian terhadap KPK. “Mundurnya beberapa 
pihak dari KPK juga menunjukkan lembaga ini sedang bermasalah dengan pimpinan yang baru,” katanya.
 
Pada Kamis, 12 September 2019 Ammbak menggelar aksi di sekitar kawasan Renon, Denpasar hingga ke gedung DPRD Bali. Aksi yang diikuti sekitar 300 orang ini ingin memberikan dukungan agar revisi Undang-Undang KPK tidak dilakukan.
 
Ammbak juga menyerahkan pernyataan sikap kepada anggota DPRD Bali. “Kami ingin DPRD Bali juga ikut bersuara terkait revisi Undang-Undang KPK,” kata Javents.





Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

5 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

Obat dari Singapura untuk Gubernur Papua Lukas Enembe telah tiba di Jayapura sejak tiga hari lalu. Kini kesehatannya membaik.


Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

6 jam lalu

Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

Yudi menyatakan Febri Diansyah dan Rasamala selama ini dipercaya publik, sebab itu dia meminta keduanya mundur dari pengacara Putri Candrawathi.


Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

6 jam lalu

Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

Menurut Benny, latar belakang Johanis Tanak sebagai jaksa bakal melengkapi komposisi pimpinan di lembaga antirasuah tersebut.


Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

9 jam lalu

Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

Wakil Ketua KPK yang baru terpilih, Johanis Tanak, mengusulkan untuk menggunakan pendekatan keadilan restoratif dalam memberantas korupsi.


Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

11 jam lalu

Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

Johanis Tanak mendapat suara terbanyak dalam voting tertutup yang digelar Komisi III DPR. Setelah ini nama Johanis Tanak diserahkan ke Presiden.


Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

11 jam lalu

Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

Johanis Tanak menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon pimpinan KPK penganti Lili Pintauli pada hari ini. Dia ungkap pentingnya pencegahan.


Calon Pengganti Lili Pintauli Paparkan Pentingnya Bangun Budaya Anti Korupsi Berbasis Keluarga

12 jam lalu

Calon Pengganti Lili Pintauli Paparkan Pentingnya Bangun Budaya Anti Korupsi Berbasis Keluarga

Dua calon wakil ketua KPK pengganti Lili Pintauli Siregar, Johanis Tanak dan I Nyoman Wara mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.


DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

13 jam lalu

DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

Komisi III DPR hari ini menggelar uji kelayakan bagi calon komisioner KPK pengganti Lili Pintauli Siregar. Dua calon itu diminta sampaikan visi misi.


Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Divonis 6 Tahun Penjara

15 jam lalu

Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Divonis 6 Tahun Penjara

Mantan Dirjen Bina Keuangan Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.


Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Bakal Jalani Sidang Vonis Hari Ini

15 jam lalu

Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Bakal Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Eks Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto dijadwalkan jalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor hari ini