Polisi: Ada Aliran Dana Mencurigakan di Rekening Veronica Koman

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Veronica Koman. foto/twitter/VeronicaKoman

    Veronica Koman. foto/twitter/VeronicaKoman

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepolisan Daerah Jawa Timur mengklaim menemukan aliran dana mencurigakan di rekening milik advokat hak asasi manusia Veronica Koman, tersangka penyebaran konten provokatif karusuhan Papua. Polisi menyebut ada penarikan cukup besar di wilayah konflik.
     
    "Ada beberapa yang cukup signifikan dari transaksi dana yang masuk," kata Kepala Polda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Luki Hermawan, saat memberikan keterangan pers di Mapolda Jawa Timur, Jumat siang, 13 September 2019.

    Luki mengatakan aliran dana yang cukup besar tersebut tidak masuk akal mengingat tersangka hanya berstatus sebagai seorang mahasiswi. "Sebagai seorang mahasiswa ini kayaknya tidak masuk akal," kata dia.


    Dia menambahkan, enam dari delapan rekening atas nama Veronica Koman, diduga telah menerima aliran dana cukup besar. Namun dia enggan menyebutkan berapa nominal aliran dana tersebut. "Cukup besar," kata Luki. 
     
    Luki tak menjelaskan dari mana aliran dana tersebut. Dia memastikan aliran dana yang cukup besar itu terdeteksi pernah dilakukan penarikan di wilayah Surabaya dan Papua. "Itu ada penarikan di beberapa wilayah konflik," katanya.
     
    Penyidik, kata dia, saat ini masih terus mendalami dari mana dan untuk apa dana tersebut. Polda Jawa Timur, lanjut dia, akan bekerja sama dengan Mabes Polri untuk menulusuri aliran dana mencurigakan milik pengacara mahasiswa Papua itu.

    Sementara itu polisi memberi tenggat Veronica untuk memenuhi panggilan penyidik hingga 18 September 2019. Jika mangkir, pihaknya akan memasukkan tersangka, yang saat ini berada di Australia, ke dalam daftar pencarian orang.

    Seperti diketahui, Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka karena sejumlah cuitannya yang berkaitan dengan kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Polisi menganggap cuitan Veronica berisi provokasi dan berita palsu. Namun sejumlah pegiat HAM dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta menganggap tudingan maupun penetapan tersangka terhadap Veronica mengada-ada. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.