Abdi Yasa Teladan 2019 Tambah Pengetahuan Awak Angkutan Umum

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdi Yasa Teladan 2019 Tambah Pengetahuan Awak Angkutan Umum

    Abdi Yasa Teladan 2019 Tambah Pengetahuan Awak Angkutan Umum

    INFO NASIONAL - Ugal-ugalan, berhenti seenaknya, atau tak menghiraukan rambu-rambu lalu lintas adalah sederet perilaku buruk pengemudi angkutan umum di mata masyarakat. Namun anggapan itu luruh pada 35 pengemudi terbaik yang mewakili 27 provinsi dalam Pemilihan Abdi Yasa Teladan Nasional 2019 di Red Top Hotel, Jakarta, Kamis, 12 September.

    Ajun Komisaris Besar Polisi Aldo Siahaan menilai para pengemudi memiliki pengetahuan memadai terkait lalu lintas."Ada yang bisa menjawab pertanyaan dengan tepat. Misalnya tentang tanggap darurat saat kecelakaan," ujar Kepala Seksi Kemitraan Sub Direktorat Pendidikan Direktur Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas yang menjadi salah satu juri di Abdi Yasa 2019.

    Aldo pun kagum ketika seorang peserta mampu menjelaskan pertanyaannya tentang defensive driving. "Kalau tak salah peserta dari Kalimantan tahu jawabannya. Padahal saya yakin, nggak semua orang tahu tentang ini," ujarnya. Defensive driving mencakup sikap seorang pengemudi menghadapi situasi lalu lintas di jalan. Artinya, pengemudi mampu menahan diri melihat perilaku pengguna jalan lain yang melanggar marka jalan dan tidak terpengaruh. 

    Juri lainnya, Kepala Cabang Jasa Raharja Sulawesi Selatan Evert Yulianto berpendapat, pengetahuan peserta Abdi Yasa 2019 cukup baik, meski beberapa orang tersendat ketika menjawab pertanyaan. "Itu wajar karena mungkin demam panggung. Apalagi waktu untuk menjawab cukup singkat, hanya satu menit," ujarnya.

    Evert Yulianto berharap agar 35 peserta ini tak merasa puas dengan ilmu yang diperoleh selama seleksi. Mereka peserta ini bisa menambah ilmu kepada berbagai instansi terkait, seperti kepolisian, jasa raharja, dan kementerian perhubungan.

    Pada tahap 10 besar, tingkat pengetahuan peserta lebih teruji. Sama seperti sesi penilaian tahap I dan penilian tahap II, peserta mengambil undian pertanyaan dari juri. Pertanyaan para juri perihal aturan lalu lintas, penanganan saat kecelakaan, dan pengetahuan umum terkait pariwisata.

    Ketua Darmawanita Perhubungan Darat, Lilis Dhaliawati, misalnya, mengetes tentang "Bali Baru” kepada Muhammad Jaim. Peserta dari Kepulauan Riau ini menjawab “Bali Baru” adalah lima destinasi wisata yang ditargetkan mendongkrak sektor pariwisata nasional, yakni Danau Toba, Gunung Bromo, Bunaken, Raja Ampat, dan Pulau Komodo.

    Sedangkan Yayan Mulyana, pengemudi Koperasi Jasa Angkutan Umum Jawa Barat mendapat tepuk tangan meriah ketika menjawab pertanyaan tentang dampak buruk kendaraan angkutan barang yang mengangkut muatan melebihi kapasitasnya. "Dampak buruknya ada empat yakni kecelakaan, kemacetan, korban jiwa, dan merusak lingkungan seperti sarana dan prasarana lalu lintas jalan," ujarnya. Berkat jawaban yang meyakinkan itu, Yayan lolos ke tahap tiga besar bersama Sadam Hadi dari Sumatera Utara dan Sugiarto, wakil Jawa Timur.

    Pemilihan Abdi Yasa Teladan 2019 merupakan acara tahunan yang diinisiasi Kementerian Perhubungan untuk memilih operator dan awak angkutan umum terbaik se-Indonesia, baik sopir angkutan dalam kota, sopir AKAP, AKDP, taksi, hingga pengemudi mobil travel. Seleksi dilakukan secara berjenjang dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional. (*)



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.