Ketua Baru KPK Firli Bahuri Dapat Pesan dari JK

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 4 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 4 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK memberi pesan kepada Inspektur Jenderal Firli Bahuri yang baru saja terpilih menjadi Ketua KPK periode 2019-2023.

    Menurut JK, masyarakat harus menerima hasil pemilihan Ketua KPK di DPR selama dijalankan sesuai dengan aturan. Toh, DPR adalah wakil rakyat.

    "Ya tentu harapannya agar (Firli Bahuri) bekerja dengan baik, memberantas korupsi dengan ini, ya," ujar JK selepas pembukaan acara Indotrans Expo 2019 di Jakarta Convention Center, Jumat, 13 September 2019.

    Sebelumnya, Sebanyak 56 anggota Komisi Hukum DPR memilih Firli Bahuri meski kencang penolakan dari pegiat antikorupsi. Wakil Ketua Komisi Hukum DPR dari Fraksi Partai Demokrat Erma Suryani Ranik tak menafikan pro-kontra dalam pemilihan.

    “Kami kan enggak bisa menyenangkan hati semua orang,” kata Erma Suryani seusai mengikuti pemilihan di Gedung DPR pada dini hari tadi, Jumat, 13 September 2019.

    Total lima calon dipilih menjadi pimpinan KPK. Mereka, selain Firli Bahuri, adalah Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, dan Nawawi Pomolango.

    Dalam pemilihan Ketua KPK tak ada voting melainkan musyawarah antarfraksi di Komisi Hukum. Tak sampai 10 menit, seluruh anggota Komisi Hukum sepakat menunjuk Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023. Dia kini masih menjabat Kapolda Sumatera Selatan.

    CAESAR AKBAR | FAJAR PEBRIANTO

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.