Pantau Kota, Wali Kota Semarang Bersepeda Tiap Pagi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) saat bersepeda pada Kamis pagi, 12 September 2019.

    Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) saat bersepeda pada Kamis pagi, 12 September 2019.

    INFO NASIONAL — Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau Hendi bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota Semarang berangkat ke kantor lebih awal untuk memulai aktivitasnya dengan bersepeda keliling Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang mendorong agar semua pejabat di lingkungannya berkeliling setiap pagi, memantau kondisi Kota Semarang.

    Seperti tampak pada Kamis pagi (12/9) lalu, berangkat dari kantor Wali Kota Semarang, belasan pejabat Pemerintah Kota Semarang yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bergerak menyusuri kota dengan rute Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pengapon, hingga Jalan Sawah besar. 

    Dalam perjalanannya, Hendi beberapa kali menghentikan rombongan ketika menemui sebuah kondisi yang dirasa perlu didiskusikan. Seperti ketika melintas di depan Stasiun Tawang Kota Semarang, rombongan Pemerintah Kota Semarang terlihat berkumpul untuk mendiskusikan pengembangan wilayah sekitar Polder Tawang, yang mana saat ini sudah dipercantik dengan adanya monumen lokomotif tua dan air mancur menari.

    “Saya ingin agar saudara-saudara yang berada di jajaran Pemerintah Kota Semarang untuk menjadi lebih peka terhadap kondisi kota yang dilewati,” ujar Hendi.

    Hendi membawa rombongan Pemerintah Kota Semarang untuk menyelesaikan rute tinjauan di Rusunawa Kaligawe. Kedatangan rombongan langsung disambut hangat oleh para penghuni Rusunawa.

    "Dengan mengendarai sepeda, tidak hanya dapat melihat kondisi kota secara detail, tapi juga dapat mendorong interaksi yang lebih antara pejabat di Pemerintah Kota Semarang dengan masyarakat, maka dari itu kegiatan ini saya rasa menjadi penting," kata Hendi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.