Alexander Marwata Tak Terlalu Terkesan dengan OTT KPK

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Pimpinan (Capim) KPK Alexander Marwata saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, 9 September 2019. Dalam uji kelayakan dan kepatutan ini, 10 capim KPK akan amplop berisi tema makalah yang harus mereka buat. TEMPO/Amston Probel

    Calon Pimpinan (Capim) KPK Alexander Marwata saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, 9 September 2019. Dalam uji kelayakan dan kepatutan ini, 10 capim KPK akan amplop berisi tema makalah yang harus mereka buat. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta-Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata mengaku tak terlalu terkesan dengan penindakan melalui operasi tangkap tangan atau OTT yang kerap dilakukan komisi antirasuah. Wakil Ketua KPK ini juga menyebut bahwa tindakan pencegahan yang dilakukan KPK selama ini belum terlalu banyak diekspose ke media.

    "Sebetulnya kalau saya tidak begitu terkesan dengan penindakan KPK meskipun saya ada di dalamnya," kata Alex saat mengikuti fit and proper test dengan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 September 2019.

    Alex menilai OTT sebenarnya tidak membutuhkan teknik yang rumit. Menurutnya hanya orang yang bodoh yang terkena operasi tangkap tangan.

    Alex pun membeberkan gagasannya terkait pencegahan tindak pidana korupsi. Dia mencontohkan, semisal ada proyek lelang, KPK sebaiknya mewanti-wanti pengusaha yang mengikuti lelang itu untuk tak menyuap pejabat negara penyelanggara proyek.

    Namun Alex pun menyadari bahwa gagasan ini tak populer dan akan membuat dirinya dirisak.

    "Tapi ini saya ini pasti di-bully banyak orang, karena saya menyampaikan seperti ini enggak populer. KPK itu harus menindak, harus menangkap orang, itulah etalasenya KPK OTT. Ketika teman-teman DPR menyinggung masalah penyadapan ya pasti di-bully Pak, itu yang terjadi, itu etalasenya KPK," kata Alex.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.